Usai merilis debut album penuh “Awal Masa” pada 3 Februari 2026, GUNGS, proyek solo milik Raissa Faranda, kembali melanjutkan narasi albumnya dengan merilis video musik untuk fokus trek “IYAA”. Video musik ini secara khusus mengangkat tema tentang upaya memutus rantai pola hubungan toksik yang kerap berulang dan menempatkan salah satu pihak dalam posisi tertekan.
Pemilihan judul “IYAA” merefleksikan situasi relasi yang timpang, di mana satu pihak merasa memiliki moral superiority yang kontradiktif, sementara pihak lain terjebak dalam pola kepatuhan yang dipaksakan. Dalam konteks ini, kata “iyaa” menjadi simbol respons tunggal yang dituntut, bukan lahir dari kesepakatan, melainkan dari tekanan emosional yang terus berulang.
Raissa Faranda menjelaskan bahwa lagu ini lahir dari pengalaman personal yang dekat dengan realitas banyak orang.
“Rasanya capek ketemu cowok yang emotionally unavailable dan komunikasinya buruk. Di lagu ini gue menyindir sosok cowok yang suka ceramahin gue, padahal hubungan dia sama ibunya aja nggak baik,” ungkap Raissa dengan jujur.
Video musik “IYAA” disutradarai oleh Bismo Triastirtoaji, dengan Juan Akbar sebagai pengarah gambar. Keduanya menjumput inspirasi visual dari B-horror movies dan film slasher, khususnya trope “final girl”—karakter perempuan yang awalnya diposisikan sebagai korban pasif, lalu bertransformasi menjadi penyintas aktif yang berani melawan sosok antagonis.
Pendekatan visual ini diperkuat dengan sentuhan estetik whimsical yang menjadi preferensi Raissa sejak awal penggarapan album. Ia menyebut adanya irisan gaya ala Tim Burton dalam representasi visual yang gelap namun tetap playful. Proses pengambilan gambar dilakukan di Villa Kartun, Kota Bunga, Cianjur—lokasi yang dinilai mampu merepresentasikan ketertarikannya pada dunia fantasi seperti Alice in Wonderland dan Beetlejuice.

“Dari awal garap album ini, gue pengen punya irisan ala Tim Burton lewat visual yang whimsical. Shooting di Villa Kartun kerasa tepat buat ngegambarin kesenangan gue sama Alice in Wonderland, Beetlejuice, dan dunia-dunia semacam itu. Makanya gue langsung ajak Bismo karena dia selalu support ide kreatif gue walaupun budget-nya minim,” jelas Raissa.
Salah satu elemen penting dalam video musik ini adalah karakter monster NOO, yang direpresentasikan sebagai simbol pasangan manipulatif. Karakter tersebut menggunakan topeng kertas yang dibuat Raissa sendiri saat mengalami insiden patah kaki pada 2024. NOO diperankan oleh Levi Stanley dan menjadi personifikasi dari siklus relasi toksik yang akhirnya berhasil dikalahkan.
Melalui “IYAA”, GUNGS merekam proses menghadapi ketakutan yang lama dibiarkan hidup, sekaligus menandai momen pengambilalihan kendali atas diri sendiri. Lagu dan video ini tidak hanya menjadi lanjutan narasi album Awal Masa, tetapi juga pernyataan personal tentang keberanian keluar dari relasi yang merusak.
Video musik “IYAA” sudah dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi GUNGS sejak Rabu, 22 April 2026.













