Setelah merilis single video klip “Penguasa Negeri” pada Januari 2026 lalu yang mengguncang publik lewat kritik tajam terhadap realitas sosial, Botten Strong kembali melanjutkan gebrakan mereka di skena musik independen. Konsistensi Botten Strong dalam menyuarakan kegelisahan jalanan kembali ditegaskan melalui perilisan karya penuh yang lebih lantang dan tanpa kompromi.
Pada April 2026, Botten Strong resmi merilis album penuh terbaru bertajuk “Hancur Negeriku” dalam format kaset, bekerja sama dengan Newhope Records. Rilisan fisik ini dipilih sebagai bentuk perlawanan sekaligus pernyataan sikap—menegaskan semangat DIY dan kedekatan mereka dengan kultur bawah tanah yang menjadi akar perjuangan band ini sejak awal.
“Hancur Negeriku” bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan luapan amarah, keresahan, dan suara lantang dari jalanan yang selama ini terpendam. Dengan lirik yang jujur, keras, dan tanpa basa-basi, Botten Strong mengajak pendengar untuk membuka mata terhadap kondisi negeri yang semakin menjauh dari nilai keadilan, kemanusiaan, dan harapan bersama. Setiap kata yang dilontarkan hadir tanpa kompromi, mencerminkan realita pahit yang dirasakan banyak orang namun kerap diabaikan.

Album ini merangkum semangat perlawanan, solidaritas, dan potret kehidupan yang penuh tekanan. Setiap trek dibangun dengan energi mentah dan emosi yang meledak-ledak—mewakili suara mereka yang tak punya panggung, tak punya kuasa, namun menolak untuk diam. “Hancur Negeriku” menjadi medium untuk menyuarakan kegelisahan kolektif, sekaligus pengingat bahwa ketidakadilan tidak boleh dinormalisasi.
Melalui album ini, Botten Strong tidak hanya ingin didengar, tetapi juga ingin membakar semangat perlawanan. Pesan yang mereka sampaikan jelas: diam bukan pilihan, dan perubahan harus terus diperjuangkan, sekecil apa pun langkahnya.
Sebagai bagian dari perilisan album, pada April 2026 Botten Strong juga akan menggelar Tour Album “Hancur Negeriku” di tiga titik di Indonesia, yakni Bali, Cirebon, dan Bandung. Tur ini menjadi ruang pertemuan langsung antara band dan pendengar—sebuah perayaan sekaligus perlawanan kolektif dalam bentuk musik keras dan jujur.
Ini bukan sekadar musik.
Ini adalah pernyataan sikap.
Ini adalah suara kami.













