Eksplorasi baru dari bungareyza lewat persona “Mingse” terasa seperti langkah berani yang penuh warna. Berikut versi yang sudah dikembangkan dengan gaya lebih rapi, hangat, dan cocok untuk press release atau portal musik:
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Membuka lembaran baru dalam perjalanan musiknya, bungareyza kini menghadirkan sisi berbeda lewat persona barunya bernama Mingse. Jika selama ini dirinya dikenal lewat nuansa pop folk yang hangat dan emosional, kali ini Mingse tampil lebih berani dengan mengeksplorasi genre hipdut melalui single terbaru bertajuk “Astaga Bercanda” bersama Akbar Chalay.
Single ini sekaligus menjadi titik awal kolaborasi Mingse dengan Akbar Chalay, musisi asal Bengkulu yang juga berperan sebagai produser dalam lagu tersebut. Keputusan untuk mencoba genre hipdut sendiri bukan hadir secara tiba-tiba. Bagi Mingse, dangdut sudah menjadi bagian yang dekat sejak lama dalam kehidupannya.
“Aku anaknya memang suka mencoba hal-hal baru. Kebetulan musik dangdut dari dulu sudah ‘dialirkan’ Mama ke aku. Jadi waktu ditawarin mencoba genre hipdut, aku langsung tertarik,” ungkap Mingse.
Dengan musik dan lirik yang ditulis oleh Giant Prayash Trinanda, Nabil Adesya Putra, Aji Suherri, dan Happy Andromeda, “Astaga Bercanda” mengangkat cerita tentang dua orang yang saling menyukai namun terhalang keadaan, karena salah satunya telah memiliki pasangan. Alih-alih memaksakan keadaan dan menjadi orang ketiga, lagu ini justru membawa sudut pandang yang lebih sederhana dan dewasa: memilih menunggu daripada merusak hubungan orang lain.
“Daripada jadi yang kedua, lebih baik menunggu untuk jadi yang pertama,” jelas Mingse mengenai pesan utama dalam lagu tersebut.
Lewat persona baru bernama Mingse, Bunga juga ingin memberi batas yang jelas antara dua sisi musikal yang kini ia jalani. Sebagai bungareyza, ia tetap hadir dengan warna pop folk yang lebih personal dan serius. Sementara Mingse menjadi ruang baru untuk bereksplorasi lebih bebas lewat musik hipdut yang enerjik, ringan, dan penuh warna.
“Sebagai bungareyza aku suka musik pop folk yang serius. Tapi di sisi lain, aku juga ingin mencoba pengalaman baru di dunia hipdut. Setelah diskusi dengan tim Sony Music Entertainment Indonesia, akhirnya diputuskan untuk tetap menjalani keduanya dengan nama yang berbeda,” ceritanya.
Menariknya, meski ini menjadi pengalaman pertama Mingse membawakan genre hipdut, proses produksinya justru terasa cepat dan natural. Bahkan menurutnya, genre ini terasa jauh lebih mudah untuk dibawakan dibanding yang banyak orang bayangkan.
“Jujur, menyanyikan lagu hipdut malah terasa lebih mudah. Mungkin karena jiwaku memang sudah biduan banget,” katanya sambil tertawa.

Tidak hanya menghadirkan warna musik yang berbeda, Mingse juga membawa perubahan secara keseluruhan, mulai dari penampilan, attitude di atas panggung, hingga cara membawakan lagu. Meski begitu, Bunga memastikan bahwa kedua identitas musiknya akan tetap berjalan beriringan tanpa harus meninggalkan salah satunya.
“Tidak ada kata kembali, karena aku tidak pernah meninggalkan bungareyza. Mingse dan Bunga akan tetap berjalan dengan proyek masing-masing.”
Lewat “Astaga Bercanda”, Mingse berharap lagunya dapat menjadi hiburan ringan yang membawa energi positif bagi siapa pun yang mendengarkan. Dengan nuansa hipdut yang catchy, ritme yang mengajak bergoyang, dan lirik yang mudah dinikmati, single ini menjadi perkenalan yang segar untuk sisi baru seorang bungareyza.
Single “Astaga Bercanda” dari Akbar Chalay dan Mingse sudah dapat didengarkan di berbagai digital streaming platform mulai 8 Mei 2026.













