Setelah sebelumnya merilis versi audio dari single terbaru bertajuk “Demi Mereka” melalui label independen Side Rise Records, Radio Story kembali memperkuat pesan yang diusung lagu tersebut dengan menghadirkan sebuah musik video yang dikemas menyerupai film pendek. Tidak sekadar menjadi pelengkap visual, karya ini dirancang sebagai medium naratif yang memperdalam emosi serta memperluas makna dari lagu yang telah lebih dulu diperkenalkan kepada pendengar.
Musik video ini berfokus pada karakter Brandy, yang diperankan langsung oleh Fungki Irawan (drum). Dalam alur ceritanya, Brandy digambarkan sebagai sosok anak pertama yang harus memikul tanggung jawab finansial keluarga, sekaligus seorang laki-laki yang tengah berjuang memberikan kepastian dalam hubungannya dengan sang pasangan. Di tengah tekanan hidup akibat belum memiliki pekerjaan tetap, ia tetap berusaha bertahan dan menghidupi mimpinya sebagai seorang musisi. Konflik batin dan realitas yang dihadapi menjadi benang merah yang menggerakkan cerita secara emosional.
Visual yang ditampilkan dalam video ini menyuguhkan potongan-potongan realitas yang terasa dekat dengan kehidupan banyak orang. Mulai dari proses melamar pekerjaan, penggunaan kemeja putih dan celana bahan sebagai “seragam” pencari kerja, hingga amplop lamaran yang berulang kali ditolak oleh pihak HRD, semuanya dihadirkan sebagai simbol perjalanan panjang dan melelahkan dalam upaya mendapatkan pekerjaan serta memperbaiki kondisi hidup. Detail-detail tersebut membangun suasana yang autentik sekaligus relatable bagi penonton.
Menariknya, seluruh personel Radio Story turut ambil bagian sebagai pemeran dalam video ini. Dalam salah satu adegan percakapan di tengah lagu, Gunansa (vokal & bass) mencoba memberikan nasihat kepada Brandy, sementara Fiul (gitar) dan Rizki (gitar) menghadirkan nuansa keresahan sosial yang dibalut dengan candaan khas tongkrongan anak band. Interaksi ini tidak hanya memberikan sentuhan ringan di tengah konflik, tetapi juga merepresentasikan dinamika pertemanan dalam skena independen yang penuh perjuangan.
Nuansa emosional lainnya hadir melalui percakapan pesan suara antara Brandy dan ibunya, yang bekerja sebagai kurir paket. Momen ini menjadi salah satu titik paling menyentuh dalam cerita, memperlihatkan hubungan keluarga yang sederhana namun penuh makna. Pada bagian akhir video, penonton disuguhkan adegan hangat ketika pasangan Brandy, yang diperankan oleh Lavenia Maureen, memberikan apresiasi atas usaha yang telah ia lakukan. Adegan tersebut menjadi penutup yang memberi harapan di tengah berbagai tekanan yang dihadapi tokoh utama.
Cerita dalam musik video ini ditulis oleh Fungki Irawan dengan mengangkat tema “generasi sandwich”, sebuah fenomena yang kini banyak dialami oleh kalangan dewasa muda. Ide tersebut lahir dari hasil observasi terhadap lingkungan sekitar, dipadukan dengan pengalaman personal, sehingga menghasilkan cerita yang terasa jujur dan dekat dengan realitas.
Dalam proses produksinya, Radio Story menggandeng videografer asal Sidoarjo, Wildan Satrio, yang bertindak sebagai sutradara sekaligus editor. Sentuhan visual yang dihadirkan mampu menerjemahkan emosi lagu ke dalam bentuk sinematik yang kuat namun tetap sederhana.

“Demi Mereka” sendiri menjadi rilisan pembuka perjalanan Radio Story di tahun 2026 dengan formasi terbaru yang terdiri dari Gunansa (vokal), Fiul (gitar), Rizki (gitar), serta Brandy/Fungki Irawan (drum). Secara musikal, lagu ini masih dipengaruhi oleh warna punk rock ala No Use For A Name dan The Ataris. Namun demikian, Radio Story juga menyisipkan pendekatan aransemen yang terinspirasi dari The Story So Far, serta notasi vokal yang terdengar sedikit melankolis, mengingatkan pada nuansa band alternative rock era awal 2000-an.
Lirik lagu “Demi Mereka” ditulis oleh Brandy, sementara proses aransemen melibatkan seluruh personel band, menciptakan komposisi yang terasa kolektif dan solid. Proses rekaman dilakukan pada pertengahan tahun 2025 bersama Haryo Fitranto yang bertindak sebagai engineer, memastikan kualitas produksi yang matang dan maksimal.
Melalui musik video “Demi Mereka”, Radio Story berharap cerita yang mereka angkat dapat mewakili keresahan banyak orang, sekaligus menjadi jembatan untuk menjangkau pendengar baru secara lebih luas. Karya ini tidak hanya menjadi bentuk ekspresi musikal, tetapi juga refleksi atas realitas kehidupan yang dihadapi generasi masa kini.











