Seringai Bangkit: Rilis Album “IV: Anastasis” dan Perkenalkan Formasi Baru Pasca Kepergian Ricky Siahaan

Setelah sempat menyatakan hiatus panjang akibat duka mendalam atas berpulangnya gitaris legendaris sekaligus pendiri band, Ricky Siahaan, pada April 2025 lalu, unit high-octane rock asal Jakarta, Seringai, secara resmi mengumumkan kembalinya mereka ke kancah musik nasional. Penanda kebangkitan tersebut hadir lewat perilisan dua single pembuka berjudul Sejati dan Senarai Feses pada akhir Maret 2026, yang sekaligus membuka era baru menuju album studio keempat bertajuk IV: Anastasis.

Kehilangan sosok Ricky Siahaan—yang selama ini dikenal sebagai “Riffmeister” dan tulang punggung identitas musikal Seringai—membawa perubahan signifikan dalam struktur band. Dari formasi kuartet, Seringai kini bertransformasi menjadi kuintet dengan susunan Arian13 (vokal), Sammy Bramantyo (bass), Edy Khemod (drum), Angga Kusuma (gitar – dikenal dari Billfold dan Collapse), serta Darma Respati (gitar – dari Negatifa). Kehadiran dua gitaris memberikan lapisan distorsi yang lebih rapat dan agresif, namun tetap menjaga groove khas Seringai yang telah melekat sejak era High Octane Roc

Album IV: Anastasis—diambil dari bahasa Yunani yang berarti “kebangkitan”—dijadwalkan rilis penuh pada 23 April 2026. Album ini diproduseri langsung oleh Sammy Bramantyo sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap warisan musikal Ricky Siahaan. Bagi Seringai, rilisan ini bukan sekadar comeback, melainkan pernyataan sikap: bahwa mereka tidak melunak oleh kehilangan, justru semakin mengeras dan fokus dalam menyuarakan energi, kemarahan, serta kegelisahan yang menjadi napas utama band ini.

Sejalan dengan sikap independen yang konsisten sejak awal perjalanan mereka, seluruh materi IV: Anastasis dirilis melalui label milik sendiri, High Octane Production. Album ini tidak didistribusikan melalui Spotify, dan hanya tersedia lewat Apple Music, kanal YouTube resmi Seringai, serta dalam format fisik CD. Keputusan ini menjadi penegasan arah dan kontrol penuh band terhadap karya mereka, sekaligus pesan jelas bagi Serigala Militia bahwa salah satu pilar musik keras Indonesia ini belum kehilangan taring—dan masih siap menerkam dengan kekuatan penuh.