Setelah lebih dulu memperkenalkan arah musikal dan tema besar yang mereka usung melalui single “Anxious” pada April lalu, unit hardcore metal asal Tangerang Selatan, Tore Up, akhirnya resmi merilis album penuh perdana bertajuk Amentia. Album yang berisi delapan lagu ini dirilis melalui Futura Records Asia dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan band yang selama ini dikenal dengan energi agresif, lirik reflektif, dan pendekatan musikal yang jujur tanpa kompromi.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Lebih dari sekadar album debut, Amentia merupakan akumulasi dari bertahun-tahun pengalaman, pergulatan hidup, pengamatan sosial, hingga diskusi mendalam yang terjadi di antara para personel. Melalui delapan komposisi yang tersaji, Tore Up mencoba membuka ruang percakapan mengenai kesehatan mental, sebuah isu yang hingga kini masih sering diselimuti stigma dan kesalahpahaman.
Album ini lahir dari kesadaran bahwa banyak orang menjalani pertarungan batin yang tidak terlihat. Di balik aktivitas sehari-hari yang tampak normal, sering kali tersimpan kecemasan, depresi, trauma, hingga tekanan psikologis yang terus menggerogoti secara perlahan. Tore Up melihat realitas tersebut sebagai sesuatu yang nyata dan tidak bisa lagi diabaikan.
Melalui Amentia, band ini ingin menyampaikan bahwa gangguan kesehatan mental bukanlah tanda kelemahan, melainkan kondisi yang layak dipahami dan dibicarakan. Dalam banyak kasus, luka psikologis justru menjadi sangat berbahaya karena keberadaannya tidak selalu terlihat oleh orang lain. Oleh karena itu, membangun kesadaran dan membuka percakapan mengenai isu ini menjadi pesan utama yang ingin disampaikan Tore Up melalui karya terbarunya.
Judul Amentia sendiri dipilih sebagai representasi dari kondisi mental yang kehilangan arah, ketidakstabilan emosi, serta konflik internal yang sering kali sulit dijelaskan dengan kata-kata. Melalui distorsi gitar yang berat, hentakan ritme yang intens, serta vokal yang penuh luapan emosi, Tore Up menerjemahkan berbagai bentuk pergolakan psikologis tersebut ke dalam bahasa musik yang keras namun tetap memiliki makna yang mendalam.

Secara musikal, album ini mempertahankan karakter hardcore metal yang selama ini menjadi identitas Tore Up. Namun di saat yang sama, Amentia juga memperlihatkan perkembangan komposisi yang lebih matang dan berlapis. Setiap lagu dibangun dengan dinamika yang kuat, menghadirkan kombinasi antara agresivitas, kemarahan, kerentanan, hingga momen-momen reflektif yang memperkaya pengalaman mendengarkan secara keseluruhan.
Proses penggarapan album dilakukan secara organik selama berbulan-bulan di dua lokasi berbeda, yaitu Studio 37 di Tangerang dan Funhouse Project Studio di Bandung. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi setiap personel untuk mengeksplorasi ide secara lebih leluasa dan memastikan setiap lagu berkembang sesuai visi yang mereka inginkan.
Dari delapan lagu yang terdapat dalam album ini, Tore Up juga melibatkan musisi dan vokalis Mustika Kamal yang dikenal melalui W.A.I.T, BILLFOLD, dan CVNDY Music. Kehadirannya memberikan warna baru yang memperluas spektrum emosional album sekaligus memperkuat pesan yang ingin disampaikan di beberapa bagian penting dalam karya ini.
Tidak hanya kuat dari sisi musikal, Amentia juga mendapatkan perhatian khusus dalam aspek visual. Artwork album digarap oleh Riza Prawiro atau Oyoy dari Godplant, yang berhasil menerjemahkan tema kerentanan mental, kompleksitas pikiran manusia, serta pergulatan emosional ke dalam visual yang kuat dan penuh simbolisme. Hasilnya adalah sebuah identitas visual yang mampu melengkapi narasi besar yang dibangun Tore Up sepanjang album.
Sementara itu, karakter suara akhir album dibentuk melalui proses mixing dan mastering oleh Muhammad Zain dari past fiction di Mozz Project Studio, Bali. Sentuhan produksinya berhasil menjaga energi mentah dan agresif khas Tore Up, tanpa menghilangkan detail-detail penting yang membuat setiap komposisi terdengar lebih solid, tajam, dan berdampak.
Perilisan Amentia pada Juni 2026 juga memiliki makna yang lebih dalam karena bertepatan dengan Men’s Mental Health Month. Momen tersebut semakin memperkuat relevansi pesan yang diangkat Tore Up mengenai pentingnya kesadaran terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan laki-laki yang masih sering menghadapi tekanan sosial untuk menyembunyikan emosi dan masalah psikologis mereka.
Melalui Amentia, Tore Up tidak hanya menghadirkan delapan lagu penuh energi dan agresivitas, tetapi juga menawarkan sebuah refleksi tentang kesehatan mental, keberanian untuk berbicara, dan pentingnya saling memahami satu sama lain. Album ini menjadi bukti bahwa musik keras tidak selalu berbicara tentang kemarahan semata, tetapi juga dapat menjadi medium yang kuat untuk menyuarakan isu-isu kemanusiaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan kombinasi antara pesan yang relevan, intensitas musikal yang tinggi, serta produksi yang matang, Amentia hadir sebagai pernyataan perdana yang kuat dari Tore Up. Sebuah debut yang tidak hanya menandai langkah baru bagi band asal Tangerang Selatan tersebut, tetapi juga mengajak pendengarnya untuk lebih peka terhadap realitas kesehatan mental yang sering kali luput dari perhatian.
Album Amentia milik Tore Up sudah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh platform streaming digital mulai 6 Juni 2026 melalui Futura Records Asia.















