Roster AntiNRML: Riku dan kirohta Lukiskan Harmoni Kemarahan Lewat Single Kedua, “GPL”!

Setelah sukses dengan single “STFU”, Riku kembali melanjutkan langkahnya dengan merilis single kedua bertajuk “GPL”. Debutnya bersama label/kolektif AntiNRML menandai arah musikal yang semakin eksploratif, dengan mengusung genre Emo Rave yang dipadukan dengan karakter khas para musisi AntiNRML, yakni sentuhan HipDut. Bersama kirohta, Riku turut memperkaya katalog lagu Emo Rave di AntiNRML, menghadirkan warna baru yang segar sekaligus intens.

Riku sendiri merupakan alter ego bayangan dari JVSAN—sebuah manifestasi dari amarah, kekacauan, dan intensitas emosi yang tak terbendung. Jika JVSAN dikenal dengan nuansa R&B yang soulful, sarat akan tema patah hati dan kerentanan, maka Riku justru menjadi representasi sisi gelapnya. Ia menghadirkan perpaduan emo rave dengan energi kolektif AntiNRML, di mana distorsi, beat berat, dan melodi yang menghantui saling bertabrakan dalam satu kesatuan suara. Di sinilah dualitas itu hadir secara utuh: cahaya dan kesedihan di satu sisi, serta amarah dan kegelapan di sisi lainnya.

Nama “Riku” sendiri terinspirasi dari seri Kingdom Hearts, merepresentasikan sosok yang terjerumus ke dalam kegelapan hingga menjadi antagonis. Hal ini selaras dengan konsep yang dibawa, di mana Riku menjadi simbol kejatuhan JVSAN ke dalam kehampaan batin—sebuah refleksi gelap yang hidup dari amarah, pemberontakan, dan luapan emosi yang mentah. Jika JVSAN berbicara melalui kesedihan dan melankolia, maka Riku berteriak melalui kemarahan, menciptakan musik yang terasa seperti ledakan katarsis bagi siapa pun yang tengah berjuang melawan sisi gelap dalam dirinya.

Rilis ini menjadi bagian penting dalam perjalanan musikalnya, terutama setelah menemukan pelarian dalam musik sebagai medium ekspresi. Riku terus mengejar keyakinannya untuk menciptakan karya yang imajinatif dan non-konvensional, meski hingga kini belum sepenuhnya mendapat apresiasi luas dari massa. Melalui “GPL”, ia kembali menyuguhkan potongan emosi personal yang jujur dan intens. Lagu ini juga menandai sebagai rilisan kedua Riku di tahun 2026.

Single “GPL” sendiri mengangkat cerita tentang cinta segitiga—tentang seseorang yang berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia lebih baik dibandingkan orang lain dalam hubungan tersebut. Lirik seperti, “Ku tak mau jadi rahasia, aku atau dia? Pilih cepat Ga Pake Lama (GPL)”, menjadi representasi tegas dari kegelisahan dan tuntutan akan kepastian.

Dalam kolaborasi antara Riku dan kirohta, keduanya berhasil melukiskan harmoni kemarahan ke dalam sebuah komposisi yang solid. Aransemen dari kirohta mampu mengkomplemen melodi enerjik yang dibawakan, sementara vokal Riku menjadi medium utama dalam menyalurkan emosi yang mentah dan penuh tekanan. Hasilnya adalah sebuah karya yang tidak hanya agresif secara sonik, tetapi juga kuat secara emosional.