Unit War Black Metal asal Jakarta, Thoryvodis, kembali mengobarkan invasinya di kancah musik ekstrem Indonesia melalui perilisan single terbaru bertajuk “Invasi Pasukan Dajal” yang resmi dirilis pada 1 Juni 2026. Lagu ini menjadi penanda babak baru dalam perjalanan band yang telah bertahan lebih dari satu dekade di jalur underground dengan konsistensi, militansi, dan semangat perang yang tak pernah padam.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam single terbarunya, Thoryvodis mengangkat tema kritik sosial yang tajam terhadap fenomena para penguasa, pemuka agama, hingga kelompok-kelompok yang memanfaatkan simbol serta ayat-ayat agama demi kepentingan pribadi, kekuasaan, dan keuntungan material. Melalui lirik yang agresif, gelap, dan penuh kemarahan, “Invasi Pasukan Dajal” menyuarakan perlawanan terhadap praktik manipulasi keyakinan yang dinilai semakin marak terjadi di tengah masyarakat modern.
Menurut gitaris sekaligus motor penggerak utama band, Rasyctor, lagu ini lahir sebagai refleksi atas realitas sosial yang saat ini banyak dipenuhi kepentingan terselubung yang berlindung di balik narasi keagamaan.
“Invasi Pasukan Dajal adalah lagu yang mengangkat tentang para penguasa, para pemuka agama, dan kelompok-kelompok akhir zaman yang mengatasnamakan agama dengan mempropagandakan ayat-ayat Tuhan demi harta dan tahta. Lagu ini juga menjadi dedikasi bagi seluruh pendukung yang terus bersama kami selama 12 tahun perjalanan Thoryvodis.”
Tidak hanya menawarkan pesan yang kuat dari sisi lirik, single ini juga menghadirkan warna musikal baru bagi Thoryvodis. Bergabungnya dua amunisi baru, Hellgoated pada posisi vokal dan Evangelist pada posisi bass, membawa energi segar ke dalam komposisi musik yang memadukan berbagai elemen ekstrem metal. Perpaduan War Black Metal, Thrash Black Metal, hingga sentuhan Blackened Death Metal menghasilkan serangan sonik yang lebih brutal, dinamis, dan destruktif dibandingkan rilisan-rilisan sebelumnya.

Proses rekaman dilakukan di 3root Home Recording, sementara tahap mixing dan mastering dipercayakan kepada Aden Sigitanazzar. Hasil akhirnya menghadirkan karakter suara yang lebih padat, agresif, dan modern tanpa meninggalkan identitas khas Thoryvodis yang selama ini dikenal dengan nuansa perang, kekacauan, dan kehancuran.
Terbentuk pada 1 Mei 2014 di Jakarta Timur, Thoryvodis dikenal sebagai salah satu nama yang konsisten mengusung panji War Black Metal di Indonesia. Terinspirasi oleh unit War Black Metal asal Polandia, Infernal War, band ini telah melahirkan sejumlah rilisan penting yang memperkuat eksistensinya di skena underground nasional maupun regional.
Beberapa karya yang telah mereka lahirkan antara lain album War Division (2018), Brigade Penghancur (2019), Barisan Tempur (2022) dan dan Decade Of Invasion (2025). Selain itu, Thoryvodis juga aktif terlibat dalam berbagai proyek split album serta kompilasi underground yang melibatkan jaringan ekstrem metal dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.
Memasuki tahun ke-12 eksistensinya, Thoryvodis kini memperkuat barisan tempurnya dengan formasi terbaru:
Hellgoated – Vocals
Rasyctor – Guitars
Evangelist – Bass
Blastdemon – Drums
Kehadiran “Invasi Pasukan Dajal” menjadi bukti bahwa Thoryvodis masih mempertahankan semangat perlawanan yang selama ini menjadi napas utama musik mereka. Sebuah karya yang tidak hanya brutal secara musikal, tetapi juga sarat kritik terhadap kondisi sosial yang mereka pandang semakin dipenuhi propaganda, penyalahgunaan kekuasaan, dan penyimpangan nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui single ini, Thoryvodis kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu garda terdepan War Black Metal Indonesia yang terus bergerak tanpa kompromi. “Invasi Pasukan Dajal” kini sudah tersedia dan dapat didengarkan melalui berbagai platform digital, sekaligus menjadi sinyal dimulainya invasi berikutnya dari pasukan perang hitam asal Jakarta tersebut.














