PARTYCHAOS Lepas “Teriakan Laut”, Teriakan Perlawanan dari Pesisir Takalar

Berasal dari kawasan pesisir Cikoang, Takalar, Sulawesi Selatan, PARTYCHAOS kembali menyuarakan keresahan masyarakat melalui single terbaru bertajuk “Teriakan Laut”. Lagu ini menjadi simbol perlawanan, kemarahan, dan keberanian untuk bersuara atas berbagai persoalan yang selama ini dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

PARTYCHAOS terbentuk pada September 2013 dengan formasi awal yang terdiri dari Sandi (vokal), Imam (bass), Enal (drum), dan Mamank (gitar). Selama lebih dari satu dekade perjalanan mereka, berbagai dinamika kehidupan, pergantian personel, hingga tantangan yang datang silih berganti menjadi bagian dari cerita panjang band ini.

Meski sempat mengalami beberapa kali perubahan formasi, semangat yang dibawa PARTYCHAOS tidak pernah berubah. Musik bagi mereka bukan hanya hiburan, tetapi juga medium untuk menyampaikan suara-suara yang selama ini jarang mendapatkan ruang.

Saat ini PARTYCHAOS diperkuat oleh:

  • Amal — Vokal
  • Imam — Bass
  • Pipink — Drum

Selama perjalanannya, PARTYCHAOS terus menunjukkan konsistensi dalam berkarya. Pada tahun 2023 mereka merilis EP perdana bertajuk Self Titled, yang menjadi penanda keseriusan mereka dalam membangun identitas musikal. Setahun kemudian, mereka merilis video musik “Harga Diri Pasukan Ramang”, sebuah karya yang semakin mempertegas karakter musik keras dan pesan sosial yang mereka usung.

Puncaknya, pada tahun 2025 PARTYCHAOS merilis album penuh bertajuk “Suara Dari Pesisir”, sebuah album yang merekam berbagai realitas kehidupan masyarakat pesisir dan menjadi representasi suara mereka yang selama ini sering luput dari perhatian.

Kini, PARTYCHAOS kembali melanjutkan perjalanan tersebut melalui single terbaru “Teriakan Laut”.

Lagu ini lahir dari pengalaman nyata yang terjadi di lingkungan sekitar mereka. Berbagai persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat kecil, khususnya warga pesisir, menjadi sumber inspirasi utama dalam proses penulisannya. Melalui lagu ini, PARTYCHAOS meluapkan kemarahan atas berbagai ketidakadilan yang mereka saksikan dan rasakan sendiri.

“Teriakan Laut” menjadi bentuk protes terhadap kondisi yang merugikan masyarakat pesisir, sekaligus pengingat bahwa setiap orang berhak menyampaikan pendapat dan memperjuangkan haknya, tanpa memandang dari mana mereka berasal.

Dengan lirik yang lugas, penuh amarah, dan dibalut energi musik yang agresif, PARTYCHAOS ingin menyampaikan bahwa suara dari daerah pesisir juga layak didengar. Mereka percaya bahwa perubahan selalu dimulai dari keberanian untuk berbicara.

Single ini juga menjadi awal dari babak baru PARTYCHAOS. Mereka menyebut “Teriakan Laut” sebagai pembuka menuju album berikutnya yang saat ini tengah dalam proses pengerjaan. Jika tidak ada hambatan, album tersebut ditargetkan dapat dirilis dalam waktu dekat.

Tak hanya itu, PARTYCHAOS juga membocorkan adanya kejutan besar yang sedang mereka siapkan. Untuk rilisan berikutnya, mereka berencana berkolaborasi dengan seorang vokalis dari salah satu band metal besar asal Solo. Meski nama sang vokalis masih dirahasiakan, kabar ini tentu menjadi sesuatu yang menarik untuk dinantikan oleh para penikmat musik keras Tanah Air.

Melalui “Teriakan Laut”, PARTYCHAOS ingin menunjukkan bahwa musik dapat menjadi alat perlawanan yang kuat. Sebuah medium untuk menyampaikan keresahan, memperjuangkan suara masyarakat kecil, dan mengingatkan bahwa tidak ada batasan bagi siapa pun untuk bersuara.

Dari pesisir Takalar, mereka terus berteriak. Dan kali ini, mereka berharap teriakan itu bisa terdengar lebih jauh dari sebelumnya.

🎧 “Teriakan Laut” kini sudah tersedia di berbagai platform streaming musik digital.

error: Content is protected !!