Dinasty merupakan band Metal/Grindcore asal Bekasi, Jawa Barat, yang berdiri sejak sekitar tahun 2002. Dalam perjalanannya, Dinasty telah melewati berbagai perubahan, baik dari segi eksplorasi genre musik maupun dinamika pergantian personel. Proses panjang tersebut membentuk karakter Dinasty yang semakin solid dan tajam dalam menyuarakan keresahan. Saat ini, Dinasty diperkuat oleh empat personel, yaitu Bagas (vokal), Mawa (gitar), Dani (drum), dan Toink (bass).
Pada 28 November 2025, Dinasty resmi merilis EP/mini album bertajuk “KIRIK”, sebuah karya yang berangkat dari realitas sosial dan isu-isu kenegaraan yang kian mengusik. EP ini memuat tujuh track yang diracik dengan energi Grindcore tanpa kompromi, siap menggerinda telinga sekaligus menyentil kesadaran pendengarnya. “KIRIK” dirilis dalam format kaset tape melalui Lumbung Padi Records, format CD oleh Edelweis Records, serta format digital yang dapat diakses melalui kanal SoundCloud.

Salah satu track di dalam EP ini adalah “Kontroversi”, lagu yang merefleksikan situasi media dan arus informasi hari ini. Setiap kali masyarakat menyaksikan media—baik media massa, media sosial, maupun media cetak—nyaris tak pernah ada kabar tentang perkembangan yang benar-benar baik bagi negara ini. Informasi menyebar dengan sangat cepat, namun yang dominan justru berita bernuansa kontroversi. Rakyat seolah terus disuguhi “makanan” berupa kebijakan pemerintah yang problematis, perilaku pejabat yang mencederai kepercayaan publik, praktik korupsi di berbagai lini, serta generasi yang kian tergerus nilai dan moralnya.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat sesungguhnya haus akan berita positif—kabar yang memberi harapan dan semangat untuk melanjutkan kehidupan. Melalui “Kontroversi”, Dinasty menegaskan kegelisahan kolektif itu, sekaligus melempar pertanyaan besar kepada publik: sampai kapan kontroversi menjadi menu utama, dan kapan ruang bagi kabar baik benar-benar dihadirkan?
Secara keseluruhan, “KIRIK” tidak hanya menjadi luapan kemarahan musikal, tetapi juga pernyataan sikap Dinasty terhadap kemunafikan, retorika kosong, dan praktik menjilat kekuasaan demi kepentingan pribadi. EP ini menjadi cermin keras atas realitas sosial yang pahit, disampaikan apa adanya lewat dentuman Metal/Grindcore yang lantang dan jujur.











