Undimension Rilis “Dogma Karsa Petaka”, Gerbang Menuju Album Imperium Manifestopia

Unit death metal asal Jakarta, Undimension, resmi melepas single terbaru bertajuk “Dogma Karsa Petaka”, sebuah rilisan yang menandai fase penting dalam perjalanan musikal mereka sekaligus menjadi gerbang menuju album penuh Imperium Manifestopia yang dijadwalkan rilis pada Mei 2026 melalui In Blood Records.

Terbentuk pada pertengahan 2022, Undimension hadir dengan formasi awal Rizky Al Anshary (vokal), Gambino Gosal (gitar), Lukman Hakim (gitar), Nanda Milhan (bass), dan Ferry Tomo (drum). Mereka langsung memperkenalkan identitas musikalnya lewat single perdana “Antitesis” yang dirilis pada tahun yang sama. Memasuki 2023, posisi drum mengalami pergantian dengan masuknya Ardian, formasi yang kemudian menjadi fondasi kuat Undimension hingga saat ini. Bersama formasi tersebut, band ini terus mengembangkan karakter musikalnya hingga akhirnya merilis “Dogma Karsa Petaka” sebagai materi terbaru sekaligus pembuka menuju album penuh mereka.

Secara musikal, Undimension dikenal dengan death metal yang sarat unsur progressive dan technical. Kompleksitas riff, permainan tempo yang dinamis, serta struktur lagu yang tidak konvensional menjadi ciri utama mereka. Pengaruh dari band-band technical dan modern extreme metal berpadu dengan eksplorasi lintas genre, menghasilkan komposisi bernuansa sinematik dan konseptual. Musik Undimension tidak hanya menitikberatkan pada agresi, tetapi juga pada penciptaan atmosfer dan narasi yang kuat.

“Dogma Karsa Petaka” menjadi representasi paling jelas dari visi tersebut. Lagu ini memadukan brutalitas death metal dengan pendekatan scoring sound yang intens dan gelap, menciptakan pengalaman dengar yang imersif. Secara tematik, lagu ini hadir sebagai medium ekspresi emosional yang kuat—menggambarkan kemarahan, kecemasan, serta peringatan keras terhadap bahaya fanatisme. Musik berperan sebagai perpanjangan emosi dan pesan, bukan sekadar pengiring, membawa pendengar masuk ke dalam narasi yang penuh ketegangan.

Proses komposisi musik dikerjakan oleh Gambino Gosal, Lukman Hakim, Nanda Milhan, dan Ardian, sementara penulisan lirik digarap oleh Rizky Al Anshary. Dari sisi produksi, lagu ini diproduseri sekaligus di-mixing dan mastering oleh Cristian Wailan Mamuaya dari Chriswama Creative Works, dengan pendekatan yang mampu menangkap detail agresi sekaligus nuansa sinematik secara presisi.

Melalui “Dogma Karsa Petaka”, Undimension menyampaikan kritik tajam terhadap radikalisme, manipulasi agama, serta distorsi ajaran yang kerap dimanfaatkan untuk kepentingan kekuasaan atau supremasi kelompok. Pesan utamanya adalah kewaspadaan terhadap fanatisme buta—bagaimana sebuah kehendak yang keliru dapat bermetamorfosis menjadi teror yang merusak tatanan sosial dan mencoreng nilai-nilai luhur itu sendiri.

Single ini menjadi pemanasan menuju album Imperium Manifestopia, yang akan memuat tujuh lagu dengan durasi total sekitar 30 menit. Album tersebut diproyeksikan sebagai pernyataan identitas Undimension: death metal modern yang agresif, teknis, sinematik, dan sarat konsep.

Mulai 3 April 2026, “Dogma Karsa Petaka” sudah dapat didengarkan secara legal di berbagai platform streaming musik digital. Visual pendukung berupa lyric video juga telah tersedia di kanal YouTube resmi @undimension_official.