SAL PRIADI HADIRKAN “KEPALA, PUNDAK, KERJA LAGI” SEBAGAI ANTHEM PEKERJA LEMBUR LEWAT OST MONSTER PABRIK RAMBUT

Nama Sal Priadi menjadi salah satu musisi yang konsisten menghiasi berbagai platform media sosial melalui karya-karyanya yang emosional dan dekat dengan kehidupan banyak orang. Mulai dari lagu-lagu seperti Gala bunga matahari hingga Ada titik-titik di ujung doa, Sal dikenal lewat lirik-lirik romantis dan puitis yang mampu menyentuh jutaan pendengar di Indonesia. Lagu-lagunya tidak hanya ramai digunakan di media sosial, tetapi juga berhasil membangun kedekatan emosional yang kuat dengan para penikmat musik lintas generasi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kini, Sal Priadi kembali menunjukkan eksplorasi musikal yang berbeda melalui karya terbarunya berjudul Kepala, Pundak, Kerja Lagi. Lagu tersebut hadir sebagai original soundtrack untuk film Monster Pabrik Rambut atau Sleep No More, film terbaru yang juga turut dibintangi oleh Sal sendiri. Sejak pertama kali dirilis bertepatan dengan momentum Hari Buruh, video lirik lagu ini telah menarik perhatian luas dan ditonton lebih dari 2,5 juta kali di YouTube.

Berbeda dengan nuansa romantis yang selama ini melekat pada karya-karyanya, “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” tampil dengan pendekatan yang lebih muram, satir, dan relevan dengan realitas kehidupan pekerja masa kini. Lagu ini dibuka dengan potongan lirik yang terasa familiar sejak masa kanak-kanak, namun dibawa ke arah yang lebih gelap dan reflektif. Melalui lirik-liriknya, Sal mengangkat keresahan tentang kelelahan bekerja, rutinitas tanpa henti, tekanan hidup, hingga budaya overwork yang semakin dekat dengan keseharian banyak orang.

“Dalam menulis lirik untuk lagu Kepala, Pundak, Kerja Lagi aku tetap dengan gagasan yang sederhana. Sesuatu yang aku tangkap dari keseharian. Tema di film Monster Pabrik Rambut itu kan juga membahas soal overwork, lembur, sesuatu yang sangat dekat sekali. Sehingga dengan mudah aku bisa menangkap gagasan filmnya lalu aku sampaikan dengan caraku di lagunya,” ujar Sal Priadi.

Eksplorasi baru juga terasa dalam proses kreatif lagu ini. Jika biasanya Sal memulai penulisan lagu melalui tuts piano atau petikan gitar, kali ini ia bekerja sama dengan Attila Syah, produser musik elektronik yang membantu membangun atmosfer dan soundscape unik dalam lagu tersebut. Kolaborasi ini menghadirkan warna baru dalam musik Sal—lebih dinamis, industrial, dan terasa seperti denyut kehidupan pekerja urban yang penuh tekanan.

Tak hanya itu, proses penulisan lagu ini juga menjadi pengalaman baru bagi Sal Priadi. Untuk pertama kalinya, ia menulis sebuah lagu langsung di lokasi syuting film. Sebelumnya Sal memang pernah terlibat dalam penggarapan lagu tema film, namun pengalaman kreatif yang berlangsung di tengah suasana produksi film baru terjadi dalam proyek Monster Pabrik Rambut.

“Awal lagunya ditulis di lokasi syuting. Ini sebuah pengalaman yang baru dan menjadi pengalaman menulis lagu yang dahsyat. Saat menulis lirik, lagu ini juga terasa nuansa seperti sebuah marching solidaritas untuk para pekerja yang menghadapi dinamika dalam bekerja, termasuk overwork. Semoga ini bisa menjadi anthem lembur untuk para pekerja,” tambah Sal.

Film Monster Pabrik Rambut dijadwalkan tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia. Film ini disutradarai oleh Edwin dan diproduksi oleh Palari Films. Deretan pemain yang terlibat antara lain Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev.

Informasi terbaru mengenai film Monster Pabrik Rambut dapat diikuti melalui akun Instagram resmi Palari Films.

error: Content is protected !!