Tiga dekade bukan waktu yang singkat untuk sebuah band independen. Namun, setelah 30 tahun berdiri, berkarya, dan menjaga bara hardcore tetap menyala, Straight Answer masih terus bergerak. Pada September 2026, salah satu nama penting dalam sejarah Jakarta Hardcore (JHC) tersebut akan kembali menyambangi Jawa Timur melalui rangkaian 30 Years Straight Answer Tour. Salah satu titik penting dalam perjalanan tur tersebut akan berlangsung di Nganjuk pada Sabtu, 5 September 2026, melalui gelaran One Blood We Bleed (OBWB) Vol. 8 yang diinisiasi oleh Gloryground Collective. Bertempat di Balai Umum Berbek, Nganjuk, OBWB #8 menjadi ruang pertemuan berbagai generasi dan jaringan hardcore/punk dalam satu semangat persaudaraan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kehadiran Straight Answer pada edisi kedelapan One Blood We Bleed membawa bobot historis tersendiri. Berdiri di Jakarta pada 1996, Straight Answer telah melewati berbagai fase perkembangan musik independen Indonesia tanpa kehilangan akar dan identitasnya. Selama tiga dekade, mereka tidak hanya menghasilkan musik, tetapi juga ikut menanamkan nilai tentang persaudaraan, solidaritas, integritas, dan keberanian untuk tetap berjalan di jalur yang diyakini. Perjalanan 30 Years Straight Answer Tour di Jawa Timur sendiri akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Rangkaian tersebut dibuka di Malang pada Jumat, 4 September 2026, sebelum bergerak menuju Nganjuk pada hari berikutnya, lalu ditutup di Sidoarjo pada Minggu, 6 September 2026. Tiga kota tersebut menjadi rangkaian yang memperlihatkan luasnya jaringan dan energi hardcore di Jawa Timur, dari Malang di wilayah selatan, Nganjuk di bagian barat, hingga Sidoarjo yang menjadi salah satu simpul penting pergerakan musik keras di kawasan Surabaya dan sekitarnya.
Sejak pertama kali digagas, One Blood We Bleed memiliki semangat yang lebih besar daripada sekadar menggelar pertunjukan musik. Gloryground Collective menjadikan OBWB sebagai ruang untuk mempertemukan band, kolektif, komunitas, dan individu dari berbagai wilayah dalam sebuah jaringan yang dibangun melalui semangat swadaya dan do-it-yourself (DIY). OBWB berusaha mempertahankan gagasan bahwa sebuah pertunjukan tidak hanya selesai ketika lampu panggung dimatikan. Di dalamnya terdapat proses membangun jaringan, bertukar gagasan, mendukung rilisan independen, serta menjaga hubungan antarkolektif agar tetap hidup. Karena itu, kehadiran Straight Answer dalam OBWB Vol. 8 terasa lebih dari sekadar menghadirkan sebuah nama besar ke atas panggung. Tiga puluh tahun perjalanan Straight Answer menjadi bagian dari sejarah yang dapat dipertemukan secara langsung dengan generasi yang sedang menghidupkan skena hari ini.
“Mengorganisir gelaran untuk band legendaris seperti Straight Answer yang telah menginspirasi ribuan anak muda selama 30 tahun adalah kehormatan besar sekaligus tanggung jawab moril bagi kami di Gloryground Collective. Melalui OBWB #8, kami ingin memastikan bahwa api yang dinyalakan Straight Answer sejak 1996 tetap membara dan diwariskan dengan terhormat kepada generasi muda hari ini di Nganjuk dan sekitarnya,” ujar perwakilan Gloryground Collective.
Untuk titik Nganjuk, Gloryground Collective telah menyiapkan komposisi lineup yang mempertemukan Straight Answer dengan sejumlah nama dari skena lokal dan regional, yakni Plague, Bleith, Riptide, Raousse, HUG, Wolfseed, Here We Go, The Ordals, dan Final Combat. Komposisi tersebut menawarkan spektrum energi yang beragam. Pengalaman dan kematangan panggung Straight Answer akan berhadapan sekaligus berpadu dengan agresi serta semangat generasi yang terus bermunculan dari berbagai sudut skena independen. Di titik inilah OBWB #8 menemukan relevansinya. Perayaan 30 tahun sebuah band tidak ditempatkan sebagai nostalgia semata, melainkan sebagai momentum untuk mempertemukan sejarah dengan masa kini.
Bagi skena independen, pertemuan semacam ini menjadi penting karena musik tidak berdiri sendirian. Ia tumbuh melalui relasi antarmanusia, ruang pertunjukan, jaringan distribusi, rilisan, kolektif, dan keberanian untuk terus membuat sesuatu meski tidak selalu berada di bawah sorotan industri arus utama. Semangat tersebut pula yang terus dirawat Gloryground Collective sebagai kolektif independen yang berakar di Nganjuk. Berdiri atas prinsip swadaya dan Do-It-Yourself, Gloryground Collective konsisten menginisiasi pertunjukan musik, aktivasi komunitas, serta ruang distribusi mandiri demi menjaga ekosistem kreatif lokal dan memperluas jejaringnya ke tingkat regional.

Dalam menjaga aksesibilitas acara, Gloryground Collective menyediakan tiket Presale seharga Rp70.000 yang dapat diperoleh melalui aplikasi Stop & Tix, sementara tiket On The Spot (OTS) dibanderol Rp80.000. Dengan kapasitas venue yang terbatas dan potensi kedatangan penonton dari berbagai kota di Jawa Timur maupun Jawa Tengah, calon penonton diimbau mengamankan tiket presale lebih awal. Skema tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan pertunjukan musik independen sebagai ruang yang dapat diakses oleh komunitas secara luas.
Sejak berdiri di Jakarta pada 1996, Straight Answer telah menjadi salah satu nama penting dalam perkembangan hardcore Indonesia. Musik mereka dikenal melalui karakter yang lugas, sementara gagasan dalam liriknya banyak berbicara tentang persaudaraan, kepedulian sosial, krisis, serta pentingnya mempertahankan integritas diri. Tiga puluh tahun kemudian, perjalanan tersebut tidak berhenti sebagai catatan sejarah. 30 Years Straight Answer Tour menjadi bentuk perayaan sekaligus pengingat bahwa keberlangsungan sebuah band independen tidak hanya ditentukan oleh usia, tetapi oleh kemampuan untuk tetap relevan, menjaga hubungan dengan komunitas, dan terus berdiri bersama nilai yang diyakini.
Di Nganjuk, perjalanan tiga dekade itu akan bertemu dengan energi generasi hari ini melalui One Blood We Bleed Vol. 8. Pada 5 September 2026, Balai Umum Berbek tidak hanya akan menjadi tempat berlangsungnya sebuah pertunjukan, tetapi juga salah satu titik temu antara tiga puluh tahun sejarah, jaringan kolektif, dan generasi baru yang masih memilih untuk menyalakan amplifier, mengisi ruang pertunjukan, serta menjaga musik keras tetap hidup. Satu darah, satu persaudaraan, tiga dekade belum padam.















