Dwi Sasono Tampil Berbeda Jadi Ayah Problematik di Trailer Terbaru Film “Jangan Buang Ibu”

Aktor Dwi Sasono menunjukkan sisi akting yang berbeda dan penuh tantangan dalam film drama keluarga terbaru “Jangan Buang Ibu”. Melalui official trailer terbaru yang baru saja dirilis oleh Leo Pictures, Dwi tampil sebagai sosok ayah yang problematik, temperamental, dan jauh dari gambaran ayah ideal yang selama ini diharapkan keluarga.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Trailer terbaru tersebut memperlihatkan karakter yang diperankan Dwi Sasono sebagai seorang bapak yang kerap melontarkan kata-kata kasar, membentak anggota keluarganya, hingga melakukan tindakan kekerasan fisik. Penampilan ini menjadi salah satu transformasi karakter paling mencolok dalam kariernya, mengingat Dwi selama ini dikenal publik sebagai figur keluarga yang hangat dan dekat dengan anak-anaknya di kehidupan nyata.

Setelah sebelumnya menghadirkan trailer yang berfokus pada perjuangan seorang ibu dalam membesarkan ketiga anaknya seorang diri, kali ini Leo Pictures memperlihatkan sisi lain dari kisah keluarga tersebut. Trailer terbaru mengungkap akar konflik yang selama ini membayangi kehidupan keluarga Ibu Ristiana, sekaligus memperlihatkan bagaimana absennya sosok ayah memberikan dampak besar terhadap tumbuh kembang anak-anaknya.

Film Jangan Buang Ibu tidak hanya mengangkat kisah perjuangan seorang ibu, tetapi juga menyoroti realitas yang banyak terjadi di masyarakat, ketika anak-anak harus tumbuh tanpa kehadiran dan kasih sayang seorang ayah. Kondisi tersebut menjadi salah satu benang merah yang membentuk perjalanan emosional para karakter dalam film ini.

Bagi Dwi Sasono, memerankan karakter bapak yang keras dan penuh masalah menjadi pengalaman yang cukup menantang. Meski karakter tersebut memiliki banyak sisi negatif, Dwi melihat bahwa ada alasan dan luka yang melatarbelakangi sikap sang ayah terhadap keluarganya.

Menurut Dwi, karakter yang ia perankan sebenarnya memiliki keinginan agar anak-anaknya dapat hidup lebih baik dibanding dirinya. Namun sayangnya, harapan tersebut diwujudkan dengan cara yang keliru hingga justru menciptakan luka bagi keluarganya.

“Dia punya harapan yang terbaik untuk anaknya. Dia tidak mau anaknya gagal seperti dia,” ungkap Dwi Sasono.

Pandangan tersebut sangat berbeda dengan prinsip yang ia terapkan dalam kehidupan nyata sebagai seorang ayah. Dwi mengaku percaya bahwa anak bukanlah milik orangtua sepenuhnya, melainkan individu yang memiliki jalan hidup dan tujuan masing-masing.

“Parenting yang saya jalani terhadap anak-anak saya, saya percaya anak-anak saya itu bukan milik saya, tapi mereka itu milik semesta. Saya percaya setiap kelahiran itu punya misinya masing-masing, punya blueprint-nya masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, film ini juga menyoroti perjalanan karakter Tria yang diperankan oleh Saputra Kori. Tria merupakan anak bungsu Ibu Ristiana yang tumbuh tanpa pernah benar-benar mengenal sosok ayahnya. Bahkan sejak masih berada dalam kandungan, ia sudah kehilangan figur yang seharusnya menjadi pelindung dan panutan dalam hidupnya.

Ketiadaan kasih sayang seorang ayah membuat Tria tumbuh sebagai remaja yang kerap melakukan berbagai kenakalan di sekolah. Namun di balik sikapnya tersebut, Tria tetap memiliki hati yang lembut dan rasa cinta yang besar terhadap ibunya. Berkat didikan dan kasih sayang Ibu Ristiana, ia berusaha memperbaiki hidupnya dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Saputra Kori mengaku sangat tersentuh dengan karakter yang ia perankan. Bahkan, ia membayangkan bagaimana jika dirinya benar-benar menjadi anak dari Ibu Ristiana di dunia nyata.

“Kalau aku di kehidupan nyata jadi anaknya Ibu Ristiana, aku tidak akan melakukan hal-hal bodoh. Aku akan fokus bekerja, benar-benar segiat mungkin sampai aku bisa membalikkan derajat keluargaku. Aku enggak bakal bawa Ibu Ristiana ke tempat seperti di film. Aku bakal bikinin dia rumah dan ngajak dia tinggal di sana. Aku enggak akan pernah lupain dia,” ujarnya.

Film Jangan Buang Ibu juga menghadirkan reuni akting antara Dwi Sasono dan Nirina Zubir yang berperan sebagai pasangan suami istri. Keduanya akan menampilkan dinamika rumah tangga yang penuh emosi, konflik, dan luka yang sangat dekat dengan realitas banyak keluarga Indonesia.

Selain dibintangi Dwi Sasono, Nirina Zubir, dan Saputra Kori, film ini juga diperkuat oleh deretan pemain seperti Refal Hady, Amanda Manopo, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra.

Film ini disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu yang dikenal melalui sejumlah film box office Indonesia. Sementara posisi produser dipegang oleh Agung Saputra, dengan naskah yang ditulis oleh Widya Arifianti. Kolaborasi ketiganya diharapkan mampu menghadirkan drama keluarga yang emosional, relevan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Jangan Buang Ibu juga menjadi salah satu proyek besar Leo Pictures setelah kesuksesan film drama keluarga Bila Esok Ibu Tiada yang berhasil meraih lebih dari 3,9 juta penonton di bioskop. Dengan tema yang kuat, jajaran pemain ternama, dan cerita yang menyentuh, film ini digadang-gadang menjadi salah satu tontonan keluarga yang paling dinantikan tahun ini.

Saksikan kisah perjuangan seorang ibu, luka dalam sebuah keluarga, serta pencarian makna kasih sayang orangtua dalam film “Jangan Buang Ibu”, mulai 25 Juni 2026 di bioskop seluruh Indonesia.

error: Content is protected !!