Whisnu Santika kembali menghadirkan karya terbaru melalui “Tak Peka”, sebuah kolaborasi bersama eńau yang menjadi bagian dari perjalanan album Map of Feelings. Lagu ini mengangkat cerita tentang hubungan yang tidak selalu berakhir karena hilangnya rasa sayang, tetapi bisa terjadi karena dua orang memiliki cara berbeda dalam memahami dan menunjukkan cinta.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!“Tak Peka” mempertemukan karakter musik elektronik khas Whisnu Santika dengan karakter vokal eńau yang personal dan emosional. Kolaborasi tersebut menghasilkan sebuah cerita tentang seseorang yang berusaha memahami pasangannya, tetapi justru semakin menyadari bahwa cara dirinya mencintai tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan.
Lewat lagu ini, Whisnu Santika dan eńau membawa pendengar masuk ke dalam situasi yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang merasa sudah memberikan perhatian dan berusaha melakukan yang terbaik, tetapi tetap dianggap kurang peka oleh orang yang dicintainya.
Konflik tersebut menjadi inti cerita “Tak Peka”. Sosok yang digambarkan dalam lagu bukan seseorang yang tidak memiliki rasa peduli. Ia justru berusaha memahami apa yang diinginkan pasangannya, meski cara yang dimilikinya berbeda.
Perbedaan tersebut kemudian semakin terasa ketika dirinya dibandingkan dengan sosok yang pernah hadir sebelumnya. Ia mungkin tidak memberikan perhatian dengan cara yang sama, tidak selalu memberikan respons seperti yang diharapkan, atau tidak mampu menjadi sosok yang sesuai dengan bayangan pasangannya.
Di titik tersebut, muncul pertanyaan mengenai bagaimana seharusnya seseorang mencintai. Apakah mencintai berarti harus berubah menjadi sosok yang diinginkan pasangan, atau tetap menjadi diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya?
Karakter vokal eńau menjadi medium yang memperkuat sisi emosional dari cerita tersebut. Dengan pendekatan vokal yang intim dan terasa dekat dengan percakapan sehari-hari, eńau menyampaikan kegelisahan seseorang yang terus mencoba memahami perasaan orang lain sekaligus mempertanyakan dirinya sendiri.

Kalimat “Maaf aku tak peka” menjadi representasi dari rasa bersalah yang muncul sepanjang cerita. Ada pengakuan bahwa dirinya mungkin tidak selalu mampu memahami apa yang dibutuhkan pasangan, tetapi di sisi lain terdapat kesadaran bahwa ia juga telah berusaha dengan caranya sendiri.
“Tak Peka” kemudian berkembang menjadi cerita mengenai ekspektasi dalam sebuah hubungan. Dua orang bisa saja memiliki rasa sayang yang sama, tetapi memiliki bahasa cinta dan cara berkomunikasi yang berbeda. Ketika perbedaan tersebut tidak menemukan titik temu, hubungan pun dapat dipenuhi salah paham.
Melalui lagu ini, Whisnu Santika dan eńau tidak sekadar bercerita mengenai seseorang yang dianggap tidak peka. Mereka justru mengajak pendengar melihat persoalan tersebut dari sudut pandang yang lebih luas: mungkin seseorang bukan tidak peduli, melainkan hanya belum memahami cara pasangannya menerima dan merasakan cinta.
“Tak Peka” menjadi bagian dari perjalanan album Map of Feelings, sebuah ruang bagi Whisnu Santika untuk menerjemahkan berbagai emosi, pengalaman, dan cerita ke dalam musik.
Kolaborasi bersama eńau ini sekaligus menjadi ajakan bagi pendengar untuk melihat kembali hubungan yang pernah atau sedang dijalani. Tentang bagaimana seseorang ingin dicintai, bagaimana ia menunjukkan rasa sayang, serta apakah kedua cara tersebut sudah benar-benar saling dipahami.
Pada akhirnya, “Tak Peka” bukan hanya tentang siapa yang salah dan siapa yang benar dalam sebuah hubungan. Lagu ini berbicara tentang dua orang yang mungkin sama-sama memiliki rasa, tetapi belum menemukan cara yang tepat untuk saling memahami.
Whisnu Santika x eńau — “Tak Peka” kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform streaming digital dan dapat di-request di radio kesayangan.















