Lalahuta Lanjutkan Perjalanan LSIH Lewat Single Terbaru “Cobalah Untuk Setia”

Setelah membuka babak baru perjalanan LSIH (Lalahuta Sings Indonesian Hits) melalui perilisan “Hebat”, Lalahuta kembali melanjutkan proyek tersebut dengan menghadirkan interpretasi baru atas lagu “Cobalah Untuk Setia”, karya cipta Rieka Roeslan yang sebelumnya dipopulerkan oleh Krisdayanti. Konsisten dengan semangat LSIH, rilisan terbaru ini menjadi bagian dari upaya Lalahuta untuk merayakan karya-karya penting dalam sejarah musik Indonesia sekaligus memperkenalkannya kembali kepada generasi pendengar yang lebih luas.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Bagi Lalahuta, setiap lagu yang dipilih untuk masuk ke dalam proyek LSIH bukan sekadar lagu yang pernah menjadi hit. Lebih dari itu, lagu-lagu tersebut dipilih karena memiliki cerita, karakter, dan kekuatan emosional yang membuatnya tetap relevan meskipun zaman terus berubah. “Cobalah Untuk Setia” menjadi salah satu karya yang dinilai memiliki kekuatan tersebut. Lagu ciptaan Rieka Roeslan ini membawa tema tentang komitmen, kepercayaan, kesetiaan, dan keteguhan dalam sebuah hubungan, sesuatu yang hingga hari ini masih sangat dekat dengan kehidupan banyak orang.

Melalui rilisan ini, Lalahuta tidak berusaha menggantikan ataupun menghilangkan identitas dari lagu aslinya. Sebaliknya, mereka mencoba menemukan perspektif baru dengan membawa “Cobalah Untuk Setia” ke dalam karakter musikal yang kini menjadi bagian dari identitas Lalahuta. Pendekatan tersebut membuat lagu yang telah dikenal oleh banyak pendengar ini mendapatkan warna baru, sekaligus tetap mempertahankan kekuatan emosional yang membuat karya aslinya begitu melekat.

Dalam interpretasi Lalahuta, “Cobalah Untuk Setia” mendapatkan sentuhan pop rock dengan elemen orkestral yang memberikan dimensi lebih luas pada aransemen. Perpaduan tersebut menghadirkan dinamika yang lebih megah dan sinematik, namun tetap memberikan ruang bagi cerita serta emosi yang terkandung di dalam lirik untuk menjadi pusat perhatian. Aransemen dibangun secara bertahap sehingga nuansa intim dalam lagu tetap terasa, sebelum berkembang menjadi bagian yang lebih emosional dan kuat.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu karakter utama LSIH, yakni memberikan kehidupan baru kepada lagu-lagu yang sudah memiliki tempat tersendiri di hati pendengarnya. Alih-alih sekadar membuat versi ulang, Lalahuta mencoba menemukan bagaimana sebuah lagu dari masa lalu dapat diterjemahkan melalui perspektif musikal mereka hari ini.

“Lewat LSIH, kami belajar bahwa lagu yang baik selalu punya ruang untuk tumbuh bersama pendengarnya. ‘Cobalah Untuk Setia’ adalah salah satu lagu yang menurut kami masih punya banyak cerita untuk disampaikan hari ini,” ujar Kevin Widaya, vokalis Lalahuta.

Dalam proses produksinya, Lalahuta kembali mempertemukan sejumlah musisi dan kreator yang turut membantu membangun karakter rilisan ini. Mecko Kaunang dipercaya sebagai produser, sementara Boni Eko bertindak sebagai co-producer. Untuk memperkuat atmosfer emosional dalam aransemen, permainan string dipercayakan kepada Ronald Stevens. Sementara itu, proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Rayendra Sunito, dengan arahan vokal dari Mohammed Kamga sebagai Vocal Director.

Kehadiran elemen string menjadi salah satu bagian penting dalam membangun atmosfer “Cobalah Untuk Setia” versi Lalahuta. Sentuhan orkestral tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi lagu untuk berkembang secara emosional, sekaligus memperkuat karakter pop rock yang diusung. Hasil akhirnya adalah sebuah interpretasi yang mencoba mempertemukan nostalgia dengan pendekatan musikal yang lebih modern.

Semangat tersebut sejalan dengan tujuan utama LSIH yang sejak awal dirancang sebagai ruang bagi Lalahuta untuk kembali melihat berbagai karya penting dalam perjalanan musik Indonesia. Bagi mereka, lagu-lagu Indonesia memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar popularitas pada masanya. Ada memori, pengalaman, dan cerita personal yang ikut tumbuh bersama lagu-lagu tersebut.

Karena itu, melalui LSIH, Lalahuta ingin memastikan bahwa karya-karya tersebut tidak berhenti sebagai nostalgia. Lagu-lagu yang pernah menjadi bagian dari kehidupan satu generasi dapat diperkenalkan kembali kepada generasi berikutnya dengan pendekatan yang lebih dekat dengan karakter musik masa kini.

“Cobalah Untuk Setia” kemudian menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut. Lagu yang sebelumnya dikenal luas melalui interpretasi Krisdayanti kini mendapatkan perspektif baru dari Lalahuta, tanpa menghilangkan fondasi cerita yang telah dibangun oleh Rieka Roeslan sebagai penciptanya.

Bagi Lalahuta, memberikan interpretasi baru terhadap sebuah lagu juga berarti memberikan penghormatan kepada penciptanya. Mereka berusaha menjaga esensi dari karya yang menjadi fondasi, sembari memberikan ruang untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda. Proses tersebut menjadi tantangan tersendiri karena lagu yang sudah begitu dikenal memiliki ekspektasi dari pendengarnya.

Namun, justru di situlah Lalahuta menemukan daya tarik LSIH. Setiap lagu memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengeksplorasi karakter musikal sendiri sekaligus memahami kembali alasan mengapa sebuah karya dapat bertahan dan terus didengarkan lintas generasi.

Perjalanan LSIH juga belum berhenti di “Cobalah Untuk Setia”. Lalahuta mengungkapkan bahwa masih akan ada satu rilisan lagi yang menjadi bagian dari LSIH Part II. Kali ini, mereka akan menghadirkan sebuah kolaborasi dengan seorang DJ dan produser musik ternama Indonesia yang identitasnya masih dirahasiakan.

Kolaborasi tersebut dipersiapkan sebagai sebuah eksplorasi baru bagi Lalahuta. Pertemuan antara karakter musikal band dengan pendekatan seorang DJ dan produser diharapkan dapat menghadirkan warna berbeda dalam perjalanan LSIH, sekaligus membuktikan bahwa karya-karya musik Indonesia dapat terus diterjemahkan melalui berbagai pendekatan tanpa kehilangan esensi dari lagu yang menjadi fondasinya.

Dengan tiga rilisan yang saling terhubung, LSIH Part II dijadwalkan rilis secara penuh pada tahun ini sebagai kelanjutan dari perjalanan yang sebelumnya dimulai melalui LSIH Part I pada 2024. Rangkaian rilisan tersebut menjadi bukti bahwa Lalahuta melihat proyek LSIH bukan sebagai proyek sesaat, melainkan sebuah perjalanan jangka panjang untuk merayakan musik Indonesia.

Melalui LSIH, Lalahuta ingin menghadirkan sebuah ruang di mana lagu-lagu Indonesia dapat terus menemukan kehidupan baru tanpa kehilangan jati dirinya. Setiap rilisan menjadi bagian dari perjalanan yang sama: menghormati para penulis lagu, merayakan karya-karya yang telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, sekaligus memastikan cerita di dalamnya tetap dapat didengar oleh generasi pendengar masa kini.

“Cobalah Untuk Setia” pun hadir bukan hanya sebagai versi baru dari sebuah lagu yang telah dikenal luas, tetapi sebagai bagian dari dialog antara masa lalu dan masa kini. Sebuah upaya untuk mempertemukan nostalgia dengan interpretasi baru, sekaligus menunjukkan bahwa lagu yang baik tidak pernah benar-benar selesai bercerita.

Lewat LSIH, Lalahuta kembali mengingatkan bahwa musik Indonesia memiliki begitu banyak cerita yang layak untuk terus dirayakan. Dan ketika cerita tersebut diberikan ruang untuk tumbuh kembali melalui generasi dan karakter musik yang berbeda, sebuah lagu tidak hanya kembali didengar, tetapi juga berkesempatan menemukan makna baru bagi pendengar yang berbeda.

error: Content is protected !!