Selalu Ada Warna Baru, KELJO Hadirkan “Cinta/Candu” dan Bongkar Sisi Gelap Toxic Relationship

Musisi sekaligus produser KELJO kembali menunjukkan sisi eksploratifnya melalui karya terbaru bertajuk “Cinta/Candu”. Single ini menjadi penanda lain dari perjalanan musikal KELJO yang dikenal berani menghadirkan warna berbeda dalam setiap karyanya. Kali ini, ia mengangkat sebuah cerita yang begitu dekat dengan realitas hubungan asmara, khususnya mengenai bagaimana sebuah hubungan yang tidak sehat justru dapat berubah menjadi sesuatu yang sulit ditinggalkan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Lewat “Cinta/Candu”, KELJO membedah fenomena toxic relationship dari sudut pandang yang cukup kompleks. Lagu ini menggambarkan hubungan yang dipenuhi pertengkaran dan konflik berulang, hingga perlahan menciptakan rasa tidak nyaman yang mendalam bagi kedua pihak. Namun di sisi lain, waktu yang telah dihabiskan bersama serta munculnya rasa terbiasa atau habituation membuat pasangan tersebut justru kesulitan untuk mengambil keputusan dan benar-benar mengakhiri hubungan.

Dalam kondisi tersebut, pertengkaran yang seharusnya menjadi tanda bahwa sebuah hubungan perlu dievaluasi malah berubah menjadi bagian dari keseharian. Mereka mengetahui bahwa hubungan tersebut tidak sehat, tetapi keterikatan emosional membuat keduanya terus kembali ke siklus yang sama. Pada titik inilah konsep “Cinta/Candu” menemukan maknanya, ketika rasa cinta dan rasa ketergantungan menjadi dua hal yang semakin sulit dipisahkan.

KELJO sendiri melihat fenomena tersebut sebagai sesuatu yang banyak terjadi di sekitar kehidupan masyarakat, terutama ketika seseorang sudah terlalu lama berada dalam sebuah hubungan hingga rasa terbiasa mengambil alih pertimbangan logis. Bukan lagi sekadar persoalan cinta, tetapi juga ketergantungan terhadap kehadiran seseorang yang membuat proses untuk pergi terasa jauh lebih sulit.

“Banyak orang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat bukan karena mereka tidak tahu itu beracun, tapi karena mereka sudah terlalu biasa dan tidak tahu lagi cara untuk memulainya tanpa satu sama lain. Rasa terbiasa itu terkadang berubah jadi candu,” ujar KELJO mengenai latar belakang penulisan “Cinta/Candu”.

Menariknya, cerita mengenai hubungan penuh tarik-ulur tersebut tidak diterjemahkan KELJO ke dalam musik yang muram semata. Sebaliknya, ia justru membungkus “Cinta/Candu” dengan pendekatan musikal yang segar, modern, dan penuh warna. Single ini bergerak di ranah RnB dengan sentuhan fusion HipHop dan Dangdut, menghasilkan perpaduan yang terdengar dinamis sekaligus memiliki karakter yang kuat.

Beat HipHop yang enerjik bertemu dengan nuansa RnB yang lebih halus, kemudian diperkaya sentuhan irama Dangdut yang memberikan warna tersendiri dalam keseluruhan aransemen. Perpaduan tiga elemen tersebut membuat “Cinta/Candu” tidak hanya membawa cerita yang relevan dengan kehidupan pendengar muda, tetapi juga menawarkan pengalaman musikal yang berbeda.

Eksplorasi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana KELJO terus membuka ruang untuk bereksperimen dengan berbagai elemen musik. Alih-alih terpaku pada satu formula, ia mencoba mempertemukan karakter RnB, HipHop, dan Dangdut menjadi sebuah komposisi yang tetap terasa kekinian, tetapi memiliki identitas tersendiri.

Dalam proses produksinya, KELJO kembali mengambil peran penting sebagai produser. Ia mengerjakan “Cinta/Candu” secara mandiri sekaligus kolaboratif dengan menggandeng Xerikho dan Devin Adamn sebagai co-producer. Keduanya bukan nama baru dalam perjalanan musik KELJO. Xerikho dan Devin Adamn sebelumnya juga terlibat dalam penggarapan “Putri Iklan”, salah satu hit single milik KELJO.

Kolaborasi ketiganya kembali menghasilkan sebuah komposisi yang solid dengan pendekatan produksi yang mampu mempertemukan karakter dari masing-masing elemen musik. Chemistry yang telah terbangun dari proyek sebelumnya menjadi salah satu kekuatan dalam proses penggarapan “Cinta/Candu”, terutama dalam menerjemahkan konsep lagu menjadi sebuah karya yang tidak hanya kuat secara cerita, tetapi juga menarik secara musikal.

Lewat single ini, KELJO seolah ingin memperlihatkan bahwa kisah cinta tidak selalu hadir dalam bentuk romantis. Ada sisi lain dari hubungan yang terkadang tidak banyak dibicarakan, seperti ketergantungan, kebiasaan, konflik berulang, hingga kesulitan untuk melepaskan seseorang meskipun hubungan tersebut sudah tidak lagi memberikan ruang yang sehat.

“Cinta/Candu” kemudian menjadi representasi dari kondisi ketika seseorang berada di antara dua pilihan: tetap bertahan karena rasa cinta dan kebiasaan, atau berani keluar dari sebuah hubungan yang sebenarnya sudah tidak lagi sehat. KELJO mengemas dilema tersebut melalui musik yang ringan untuk dinikmati, tetapi menyimpan cerita yang cukup dalam jika didengarkan lebih jauh.

Dengan perpaduan RnB, HipHop, dan Dangdut, “Cinta/Candu” sekaligus mempertegas keberanian KELJO untuk terus menghadirkan warna baru dalam karya-karyanya. Lagu ini menjadi bukti bahwa eksplorasi genre dapat berjalan beriringan dengan cerita yang dekat dengan kehidupan pendengar masa kini.

Single “Cinta/Candu” dari KELJO kini sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital. Tidak berhenti di rilisan audio, video musik resmi lagu tersebut juga telah tayang dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi KELJO.

Bagi mereka yang pernah berada dalam hubungan yang sulit dilepaskan meski sadar bahwa hubungan tersebut tidak sehat, “Cinta/Candu” mungkin akan terasa seperti sebuah cerita yang familiar. Sebuah lagu tentang bagaimana cinta bisa berubah menjadi kebiasaan, dan kebiasaan perlahan bisa berubah menjadi candu.

error: Content is protected !!