Na Willa, Satu-Satunya Film Lebaran yang Bahagia: Mengingatkan Kembali Orang Dewasa Rasanya Jadi Anak-Anak yang Hidup Bebas, Riang, dan Gembira

Visinema Studios kembali menghadirkan kebahagiaan di momen Lebaran melalui film keluarga terbaru berjudul Na Willa, yang ditulis dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy. Film ini diproduseri oleh duo Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, trio sineas yang sebelumnya sukses besar merebut hati jutaan penonton Indonesia lewat film animasi JUMBO pada Lebaran tahun lalu.

Melalui Na Willa, penonton diajak kembali merasakan dunia anak-anak yang penuh kebebasan, keriangan, dan kebahagiaan sederhana. Film ini juga menjadi tonggak penting dalam karier Ryan Adriandhy sebagai debut penyutradaraan film live action, setelah sebelumnya dikenal lewat karya animasi yang penuh imajinasi. Na Willa hadir sebagai film yang hangat dan emosional, mengajak penonton dewasa untuk kembali belajar melihat dunia dengan sudut pandang anak-anak—penuh rasa ingin tahu, keajaiban, dan imajinasi tanpa batas.

Berlatar Indonesia era 1960-an, Na Willa bersama Geng Krembangan membawa penonton menyusuri gang-gang kecil, pasar tradisional, hingga lapangan luas tempat anak-anak bermain layangan dan kelereng. Nuansa ini menghadirkan nostalgia akan kegembiraan sederhana yang kerap terlupakan oleh orang dewasa, sekaligus mengajak penonton anak-anak merayakan rasa penasaran dan kebebasan berimajinasi. Film ini dirancang sebagai tontonan keluarga yang hangat, ceria, dan penuh kebahagiaan—pengalaman menonton yang bisa dinikmati lintas generasi, terutama di momen Lebaran.

Ryan Adriandhy juga menghadirkan imajinasi khas anak-anak dalam berbagai detail visual yang magis, seperti ikan bandeng bermata banyak—simbol dari pertanyaan-pertanyaan polos masa kecil, termasuk mitos lucu yang sering terdengar: “apakah benar ada orang bernyanyi di dalamnya?”

“Kita semua pernah jadi Na Willa. Kita semua pernah menjalani keseharian sebagai anak-anak dengan lingkungan di sekitar kita—orang tua, sahabat, atau rasa rindu pada teman yang tiba-tiba pindah,” ujar Ryan Adriandhy. “Hal yang bagi orang dewasa terlihat sepele, bisa terasa sangat besar bagi anak-anak. Menurutku, perasaan rindu masa kecil itu universal dan akan selalu relevan. Na Willa ingin mengingatkan kembali kebahagiaan sederhana: rasa penasaran, imajinasi, dan kegembiraan yang sering kita lupakan saat dewasa.”

Na Willa diproduksi oleh studio dan tim kreator di balik kesuksesan JUMBO, serta diadaptasi dari novel berjudul sama karya Reda Gaudiamo. Visinema Studios juga kembali menggandeng trio musisi Laleilmanino untuk menggarap original soundtrack berjudul ‘Sikilku Iso Muni’, yang menjadi elemen penting dalam membangun suasana ceria dan emosional film ini.

Jajaran pemeran Na Willa mencerminkan keberagaman sekaligus komitmen Visinema Studios terhadap regenerasi talenta perfilman Indonesia. Film ini dibintangi oleh Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya, hingga Ratna Riantiarno.

Setelah keberhasilan JUMBO, Visinema Studios memposisikan Na Willa sebagai kekayaan intelektual (IP) lokal kuat berikutnya. “Film keluarga bukan sekadar hiburan, tetapi ruang emosional tempat generasi bertemu—anak, orang tua, dan anak di dalam diri kita,” ujar Anggia Kharisma selaku Produser Na Willa sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios. Ia menambahkan bahwa Na Willa merupakan langkah penting dalam membangun IP lokal yang berkelanjutan dan relevan lintas generasi.

Hal senada disampaikan oleh Produser Eksekutif Na Willa dan CEO Visinema Studios, Herry B. Salim. Menurutnya, industri film Indonesia membutuhkan lebih banyak cerita ramah anak dan keluarga yang tidak hanya menghibur hari ini, tetapi juga hidup sebagai bagian dari kenangan banyak generasi.

Penulis novel Na Willa, Reda Gaudiamo, mengaku tersentuh dengan hasil adaptasi film ini. Ia menilai Ryan Adriandhy dan Visinema Studios berhasil menghidupkan imajinasi anak-anak dengan penuh kegembiraan. “Saya ingin orang tua mau mendengarkan suara anak-anak, menciptakan kembali kebahagiaan masa kecil, dan menjadikannya milik anak-anak kita—sekaligus menjaga semangat anak kecil di dalam diri kita,” ungkapnya.

Respon positif juga datang dari penonton special screening. Sejumlah ulasan menyebut Na Willa sebagai film yang hangat, indah, dan magis—sebuah tontonan keluarga yang menyentuh dan membekas.

Rayakan kembali imajinasi, keajaiban, dan kehangatan masa kecil bersama Na Willa, film keluarga yang akan membawa kita pulang menjadi anak-anak di Lebaran 2026, tayang di bioskop seluruh Indonesia.