Na Willa Tembus 520 Ribu Penonton, Tuai Pujian Aktor & Disebut Film Keluarga Terbaik!

Lebih dari sekadar film, Na Willa hadir sebagai pengingat bahwa Na Willa adalah kita semua—bagian dari diri yang pernah hidup sederhana, penuh rasa ingin tahu, dan tahu cara merasa bahagia dari hal-hal kecil. Keajaiban sinema dari Visinema Studios bersama sutradara Ryan Adriandhy kembali berlanjut melalui film ini, yang telah berhasil meraih lebih dari 520 ribu penonton di bioskop Indonesia.

Respons emosional datang dari berbagai kalangan, termasuk para aktor dan figur publik yang merasa memiliki kedekatan personal dengan kisah Na Willa. Aktor El Putra Sarira mengaku tersentuh hingga menangis saat menonton film ini.
“Nonton dua kali, hati saya selalu tersentuh. Penggambaran ulat menjadi kupu-kupu itu kena sekali di hati saya sebagai anak yang bertumbuh. Heartwarming banget. Saya seperti diajak balik ke masa kecil, ke pasar, lihat ayam-ayam kecil. Bahagia bareng Na Willa di bioskop,” ungkap El Putra.

El Putra Sarira dan ratusan ribu penonton lainnya telah merasakan kehangatan yang dihadirkan dalam Dunia Na Willa. Empat aktor cilik—Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, dan Arsenio Rafisqy—menjadi idola baru, baik bagi penonton anak-anak maupun dewasa.

Kesan manis juga datang dari penonton di media sosial. Salah satunya dibagikan oleh akun X @ppwiyoon, yang menonton film ini bersama ibunya, seorang guru PAUD kelahiran tahun 1960-an, selaras dengan latar waktu cerita Na Willa.
“Sepanjang film mamah sering nyengir lihat tingkah lucu Willa dan kawan-kawan. Pas adegan di TK Djuwita, mamah langsung nyeletuk, ‘kayak murid mamah tiap pagi minta peluk,’” tulis akun tersebut.

Dukungan dan pujian turut datang dari aktor dan musisi seperti Devano Danendra, Eva Celia, hingga Baila no na. Eva Celia mengaku sangat terharu hingga menangis usai menonton film ini. Sementara Devano menyebut Na Willa sebagai film terbaik yang pernah ia tonton.
“Ya ampun, ini film terbaik sepanjang masa. Bagus banget,” ujarnya.

Pujian juga datang dari sutradara senior Riri Riza, yang dikenal lewat film anak legendaris seperti Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi.
“Novel Na Willa itu istimewa. Tapi ketika Ryan memfilmkannya, ia berhasil menjadikannya bukan hanya istimewa secara cerita, tapi juga sangat dekat dengan perasaan,” tutur Riri Riza.

kisah nyata sang penulis dan nostalgia gang krembangan

Kisah Na Willa terasa begitu dekat dengan masa kecil banyak orang dewasa saat ini. Adegan berjalan-jalan di pasar, bermain bersama Geng Krembangan, hingga rasa penasaran polos tentang benda-benda sederhana seperti radio, menjadi potret nostalgia yang membumi.

Cerita ini ternyata diangkat dari kisah nyata sang penulis novel, Reda Gaudiamo. Reda mengenang bagaimana kondisi Gang Krembangan kini telah banyak berubah.
“Dulu sangat sederhana, pagar-pagarnya kayu. Sekarang sudah besi, rumahnya pakai pilar. Saya sempat bertanya-tanya, kenapa jadi begitu,” kenangnya.

Saat kembali berkunjung, Reda juga bertemu kembali dengan sahabat lamanya, Farida, yang rumahnya masih tetap terjaga seperti dulu, bahkan kini dipenuhi lebih banyak tanaman. Pertemuan itu menjadi momen hangat yang penuh tawa, meski juga diselimuti kabar duka tentang sahabat lainnya yang telah tiada.

Sebagai penutup, Ryan Adriandhy menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para penonton yang telah berempati dan bersikap lembut pada dunia anak-anak dalam film ini.
“Terima kasih telah menempatkan diri di sudut pandang Na Willa, memahami konflik dari kacamata anak-anak, dan tidak memaksakan standar orang dewasa. Terima kasih atas kasih sayangnya,” ujar Ryan.

Sejak penayangannya, Na Willa memantik banyak diskusi, mulai dari pola asuh orang tua, hingga tren rekomendasi buku anak. Banyak penonton merasa menjadi bagian dari Dunia Na Willa dan menyatu dalam tagar #NaWillaAdalahKita.

Saatnya #BahagiaBarengNaWilla di bioskop seluruh Indonesia. Tonton Na Willa sekarang.