Film Terbaru Rachel Amanda dan Iqbaal Ramadhan Garapan Edwin, Monster Pabrik Rambut, Sukses World Premiere di Berlin International Film Festival 2026 di Hadapan Hampir 2.000 Penonton dan Raih Respons Positif

Film terbaru rumah produksi Palari Films yang disutradarai oleh Edwin, Monster Pabrik Rambut, baru saja melangsungkan world premiere (penayangan perdana) di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026.

Tayang dalam program Berlinale Special Midnight, world premiere Monster Pabrik Rambut berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026 di Uber Eats Music Hall, Berlin, Jerman. Penayangan perdana ini turut dihadiri oleh sutradara Edwin, duo produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, serta jajaran pemeran: Rachel Amanda, Iqbaal Ramadhan, Sal Priadi, Luqman Hakim (Kak Kev), dan Aryani Willems.

Film ini mendapat sambutan meriah dari hampir 2.000 penonton. Monster Pabrik Rambut berhasil menggugah sekaligus mengguncang audiens Berlinale melalui visual yang mencekam, mulai dari teror “hantu” hingga kematian satu per satu para buruh di pabrik rambut.

“Di film Monster Pabrik Rambut saya mencoba mengeksplorasi berbagai gabungan genre, mulai dari horor, body-horror, dark comedy, hingga fantasi. Melalui pendekatan film genre, saya ingin mengajak penonton untuk berefleksi terhadap situasi yang terjadi saat ini, ketika hal seperti workaholic menjadi sebuah pujian, alih-alih menjadi hal yang perlu kita kritisi,” ujar Edwin.

Media perfilman Eropa, Cineuropa, dalam ulasannya menyebut bahwa unsur kekerasan yang kocak sekaligus sadis dalam film ini sudah cukup menjamin tempatnya di berbagai festival film genre internasional bergengsi. Namun, film ini juga menawarkan dimensi lain di luar horor dan kesadisan.

“Sisi yang lebih tenang dan sedih mengangkat film ini lebih dari sekadar hiburan belaka. Ini seperti gaya Ken Loach namun dengan kesurupan iblis dan mata yang dicungkil. Film genre terbaik selalu menyembunyikan sesuatu yang lebih dari sekadar hantu masa lalu dan menyajikan lebih dari sekadar adegan jumpscares,” tulis Cineuropa.

“Senang sekali Monster Pabrik Rambut mendapat respons positif dari audiens internasional di Berlinale. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk perjalanan film ini dan mendapat respons positif juga saat tayang di Indonesia,” tambah Iqbaal Ramadhan.

Sebelumnya, para kru dan pemeran film ini juga menghadiri Opening Gala Berlinale ke-76 yang berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026. Monster Pabrik Rambut masih akan diputar sebanyak lima kali hingga 22 Februari 2026 di berbagai lokasi festival.

Program Berlinale Special Midnight merupakan program khusus di Berlinale yang mengkurasi karya-karya inovatif dan beragam dari berbagai negara, termasuk film-film genre.

Film ini ditulis oleh Edwin bersama Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga. Diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, Monster Pabrik Rambut menjadi ko-produksi internasional antara Indonesia (Palari Films dan Beacon Film), Singapura (Giraffe Pictures), Jepang (Hassaku Lab), Jerman (In Good Company), dan Prancis (Apsara Films).

Sebelumnya, film panjang kedua Edwin, Kebun Binatang (Postcards from the Zoo), berkompetisi di program utama (Main Competition) Berlinale ke-62. Film Aruna & Lidahnya juga pernah ditayangkan di Berlinale dalam program Culinary Cinema. Sementara film pendeknya, Trip to the Wound, turut diputar di Berlinale 2009.

Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026. Ikuti perkembangan terbaru film horor fantasi ini melalui akun Instagram resmi @palarifilms.


Tentang Palari Films

Didirikan pada 2016 di Jakarta, Palari Films dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Rumah produksi ini mencatat sejarah dengan memenangkan Golden Leopard—penghargaan tertinggi di Locarno Film Festival ke-74—melalui film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

Beberapa film produksi Palari Films lainnya antara lain Kabut Berduri (Netflix Original Indonesia, 2024) yang meraih 12 nominasi Piala Citra 2024 serta menempati peringkat 2 dalam Global Netflix Top 10 Film Non-English selama dua pekan penayangan; Dear David (2023); omnibus Piknik Pesona (2022); Ali & Ratu-Ratu Queens (2021); Aruna & Lidahnya (2018); serta Posesif (2017).

Palari Films berkomitmen untuk terus menghasilkan karya-karya unik dan berkualitas yang mampu bersaing di kancah internasional.