Aruma Ajak Pendengar “Pulang” ke Diri Sendiri Lewat Single Terbaru “Jalan Buntu”

Setelah mengisi paruh pertama 2026 dengan sejumlah karya, Aruma kembali menyapa pendengar melalui single terbarunya, “Jalan Buntu”. Lewat lagu ini, Aruma menghadirkan sisi yang lebih rapuh dan sedikit lebih gelap, membicarakan tentang hubungan yang sebenarnya sudah mulai kehilangan arah, tetapi masih sulit ditinggalkan karena adanya rasa sayang dan harapan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Menariknya, sebelum berkembang menjadi aransemen seperti yang kini terdengar, lirik “Jalan Buntu” telah lebih dahulu ditulis oleh Aruma. Lagu tersebut lahir dari pemikiran mengenai bagaimana kehadiran seseorang dapat mengubah kehidupan yang sebelumnya baik-baik saja dalam kesendirian menjadi penuh rasa takut akan kehilangan.

“Jadi, saat itu, aku sedang berpikir tentang bagaimana seseorang bisa datang dan membuat hidup kita yang sebelumnya baik-baik saja dengan kesendirian, malah jadi takut kehilangan. Dari sana, terciptalah ‘Jalan Buntu’ yang bercerita tentang seseorang yang sebenarnya sadar kalau hubungan yang sedang dijalani mungkin tidak punya arah, tapi tetap memilih untuk tinggal karena masih ada harapan,” ungkap Aruma.

Bagi Aruma, inti emosional lagu ini terangkum dalam satu bagian lirik, “Sebab dua kemungkinan yang kutahu, kehilanganmu atau kehilangan aku.” Kalimat tersebut menjadi gambaran tentang pilihan sulit yang harus dihadapi seseorang ketika mempertahankan sebuah hubungan mulai terasa seperti kehilangan dirinya sendiri.

“Inti lagu ini sendiri menurutku ada di lirik ‘Sebab dua kemungkinan yang kutahu, kehilanganmu atau kehilangan aku.’ Tentang pilihan antara kehilangan seseorang yang kita sayang atau perlahan kehilangan diri sendiri karena terlalu lama mempertahankan sesuatu,” lanjutnya.

Dalam proses produksinya, Aruma kembali berkolaborasi dengan Dimas Wibisana dan Willmara. Aruma membawa lirik sekaligus cerita yang telah ia tulis, kemudian ketiganya mengembangkan materi tersebut bersama-sama hingga menemukan bentuk musikal yang dianggap paling sesuai dengan pesan lagu.

“Prosesnya kami lakukan secara bersama-sama. Kami mencoba beberapa pendekatan, sampai akhirnya menemukan bentuk yang menurut kami paling pas dengan cerita yang ingin disampaikan lagu ini,” jelas Aruma.

Bagi Aruma, kolaborasi kembali bersama Dimas Wibisana juga menjadi pengalaman yang menyenangkan. Sebelumnya, keduanya telah bekerja sama dalam lagu “Rindu Berjatuhan”, yang menjadi salah satu karya favorit Aruma dari album Berbunga.

“Aku selalu senang bisa bekerja sama dengan Dimas karena karya sebelumnya ‘Rindu Berjatuhan’ adalah lagu yang paling aku sukai di album Berbunga,” tuturnya.

Secara cerita, “Jalan Buntu” memperlihatkan sisi Aruma yang berbeda dari sejumlah karya sebelumnya. Jika sebelumnya ia banyak berbicara tentang menerima sesuatu yang telah terjadi dan belajar untuk bangkit, kali ini Aruma memilih bercerita dari tengah-tengah proses tersebut—ketika seseorang masih berada dalam kebingungan, masih menyimpan harapan, sekaligus masih takut kehilangan.

Menurut Aruma, perasaan tersebut merupakan sesuatu yang sangat manusiawi. Seseorang dapat menyadari bahwa sebuah hubungan mungkin sudah tidak lagi memberikan ruang yang sehat bagi dirinya, tetapi pada saat yang sama tetap merasa sulit untuk pergi karena masih berharap keadaan dapat berubah.

Karena itu, salah satu tantangan terbesar dalam pengerjaan “Jalan Buntu” adalah bagaimana menyampaikan konflik emosional tersebut secara sederhana tanpa membuat lagu terasa seperti sedang memberikan penjelasan atau jawaban secara langsung.

“Aku tidak mau lagunya terasa seperti sedang menjelaskan sesuatu. Aku ingin orang yang mendengarkan bisa punya ruang untuk mengartikan dan merasakan ceritanya dengan pengalaman mereka masing-masing,” ujar Aruma.

“Jalan Buntu” juga menjadi bagian dari cerita yang lebih besar yang tengah dipersiapkan Aruma melalui proyek EP terbarunya. Tanpa membocorkan terlalu banyak mengenai materi yang sedang dikerjakan, Aruma menggambarkan single ini sebagai salah satu bagian dari perjalanan emosional yang nantinya akan berkembang melalui lagu-lagu lainnya.

“Kalau di lagu ini, aku masih berada di fase mempertanyakan apakah harus bertahan atau pergi. Sementara, lagu-lagu lainnya akan membawa perjalanan itu ke tempat yang berbeda,” katanya.

Sepanjang 2026, Aruma memang semakin aktif menghadirkan karya baru. Dalam tujuh bulan pertama tahun ini saja, ia telah merilis tiga single. Bagi Aruma, produktivitas tersebut tidak lepas dari fase kehidupan yang sedang dijalaninya, sekaligus keinginan untuk lebih banyak bercerita melalui musik.

“Aku merasa setiap lagu datang dengan waktunya masing-masing. Jadi, ketika sebuah lagu sudah selesai dan aku merasa ceritanya sudah waktunya didengar, aku tidak mau terlalu lama menyimpannya. Bisa dibilang, banyaknya karya yang aku hadirkan di tahun 2026 ini merupakan cara untuk mengajak para pendengar setiaku tumbuh bersama denganku karena setiap karya yang keluar sekarang adalah bagian dari perjalanan aku juga,” ungkapnya.

Pada akhirnya, Aruma berharap “Jalan Buntu” dapat menjadi teman bagi mereka yang sedang berada di persimpangan antara bertahan dan memilih diri sendiri. Lagu ini tidak hadir untuk menentukan apakah seseorang harus pergi atau tetap tinggal, tetapi memberikan ruang untuk mendengarkan kembali suara dari dalam diri.

“Kadang kita terlalu sibuk mencari alasan untuk bertahan karena masih sayang, sampai lupa bertanya apakah kita masih bahagia di dalamnya. Mungkin, tidak semua orang yang kita sayang memang ditakdirkan untuk tinggal. Aku ingin lagu ini bisa menemani siapa pun yang sedang berada di persimpangan itu: yang masih sayang dan masih berharap, tapi mulai sadar bahwa mungkin sudah waktunya memilih diri sendiri,” tutur Aruma.

Ia pun menutup dengan sebuah refleksi yang menjadi benang merah dari lagu ini: “Pada akhirnya, ‘pulang’ bukan selalu berarti kembali kepada seseorang, kadang ‘pulang’ berarti kembali kepada diri sendiri.”

Single terbaru Aruma, “Jalan Buntu”, kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital.

error: Content is protected !!