Dari Musik ke Film, Satine Zaneta Debut Komedi sebagai ‘Anak Rusun’ yang Berubah Jadi Vampir di Siti Si Vampir

Setelah dikenal publik sebagai penyanyi, Satine Zaneta kembali memperluas perjalanan kreatifnya dengan mengambil peran utama dalam film layar lebar terbaru berjudul Siti Si Vampir. Film ini menjadi kesempatan penting bagi Satine untuk mengeksplorasi sisi lain kemampuan aktingnya, sekaligus menandai debutnya dalam genre komedi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Satine Zaneta, yang merupakan putri dari aktor Abimana Aryasatya, memang lebih dahulu dikenal melalui kiprahnya di dunia musik. Hingga saat ini, ia masih aktif merilis dan mengembangkan karya sebagai penyanyi. Namun, di saat yang sama, Satine juga terus memperluas ruang eksplorasinya ke dunia perfilman.

Siti Si Vampir menjadi film keduanya sebagai pemeran utama. Yang membuat proyek ini semakin istimewa, Satine untuk pertama kalinya dipercaya membawakan karakter dalam film bergenre komedi.

Dalam film tersebut, Satine memerankan Siti, seorang anak muda yang tinggal di rumah susun. Kehidupannya berubah secara drastis ketika suatu hari ia terbangun di sebuah rumah mewah dalam kondisi yang tidak biasa—dengan gigi bertaring dan dirinya telah berubah menjadi seorang vampir.

Premis tersebut menjadi pengalaman baru bagi Satine, terlebih karakter Siti mengharuskannya keluar dari zona nyaman yang selama ini ia jalani dalam sejumlah proyek sebelumnya.

“Peran Siti di film ini sebenarnya jadi yang paling terakhir dicari oleh tim produksi, jadi aku salah satu yang paling terakhir ditemukan. Saat ditawari, aku langsung mengiyakan untuk ikut casting. Namun yang bikin aku semakin yakin adalah saat membaca sinopsisnya, aku langsung merasa, ‘gue harus coba ini sih, karena ini menarik banget,’” ujar Satine Zaneta.

Ketertarikan Satine terhadap karakter Siti tidak hanya muncul karena cerita filmnya yang unik. Ia melihat peran tersebut sebagai tantangan baru yang dapat membantunya berkembang sebagai seorang aktris.

Dalam beberapa proyek film sebelumnya, Satine lebih banyak mendapatkan karakter dengan pembawaan yang garang dan penuh aksi. Sementara itu, Siti menawarkan pendekatan yang jauh lebih ringan, spontan, dan komedik.

“Karakter Siti sendiri cukup jauh dari zona nyamanku, aku banyak belajar hal baru. Apalagi ini pertama kalinya aku bermain film komedi. Buat aku, ini cukup challenging dan justru itu yang aku butuhkan untuk belajar,” cerita Satine.

Perbedaan karakter tersebut membuat proses syuting menjadi pengalaman yang cukup menantang sekaligus menyenangkan bagi Satine. Ia dituntut untuk menemukan timing komedi dan membangun chemistry dengan para pemain lain agar situasi yang terjadi di dalam cerita dapat terasa natural.

Dalam film ini, Satine beradu akting dengan Ajil Ditto, Ciccio Manassero, dan Shania Gracia. Salah satu rekan main yang paling banyak memberikan warna dalam pengalaman syutingnya adalah Ajil Ditto, yang memerankan karakter Dudi.

“Bermain bersama mereka terasa fresh banget. Dan aku punya partner di sini, Ajil Ditto yang berperan sebagai Dudi, yang naturalnya perlakuannya kocak dan lucu,” ungkap Satine.

Menurut Satine, suasana di lokasi syuting pun banyak diwarnai momen spontan yang membuat para pemain sulit menahan tawa. Tidak semua kelucuan yang muncul berasal dari naskah, karena beberapa adegan justru berkembang melalui interaksi para pemain di lokasi.

“Syutingnya ngakak dan beberapa kali tertawa beneran enggak kuat nahan tertawa gara-gara Dudi. Banyak juga jokes-nya tuh kadang enggak ada di naskah, ada yang impromptu,” lanjutnya.

Siti Si Vampir disutradarai oleh Rahabi Mandra dengan Celerina Judisari sebagai produser. Film ini diproduksi oleh Bahagia Tanpa Drama melalui kerja sama dengan Vidsee, AZ Films, Spectrum Film, dan PK Films.

Kehadiran Siti Si Vampir juga menjadi bagian dari tahun yang cukup produktif bagi Satine. Setelah merilis single terbarunya pada 2026, ia kini bersiap kembali menyapa penonton melalui layar lebar dengan karakter yang benar-benar berbeda dari peran-peran sebelumnya.

Perpindahan dari musik ke film sekaligus memperlihatkan bagaimana Satine Zaneta terus mengeksplorasi berbagai medium untuk mengekspresikan kreativitasnya. Jika musik menjadi ruang baginya untuk menyampaikan cerita melalui suara dan lagu, dunia akting memberikan kesempatan untuk menyampaikan cerita melalui karakter yang memiliki kehidupan dan persoalan berbeda.

Lewat Siti, Satine diharapkan dapat memperlihatkan sisi lain dari kemampuan aktingnya sekaligus memberikan pengalaman komedi yang lebih segar bagi penonton. Kisah seorang anak rusun yang tiba-tiba harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya telah berubah menjadi vampir menjadi premis yang menawarkan perpaduan antara kehidupan sehari-hari, humor, dan unsur fantasi.

Dengan karakter yang keluar dari zona nyaman, chemistry antarpemain, serta berbagai momen komedi yang tidak selalu dapat diprediksi, Siti Si Vampir menjadi salah satu proyek baru yang menandai babak berbeda dalam perjalanan Satine Zaneta.

Film Siti Si Vampir akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

error: Content is protected !!