KARINA SALIM, RACHEL AMANDA, MARTHINO LIO, DAN KEVIN ARDILOVA TERHASUT BISIKAN SUARA-SUARA DI HUTAN! “HASUT” RILIS TEASER TRAILER

Tuta Films resmi merilis official teaser trailer dan poster untuk film horor-misteri terbaru mereka, “Hasut”, yang sekaligus menjadi debut penyutradaraan penulis-sutradara Ilya Sigma. Mengusung cerita tentang kepercayaan, luka, keinginan untuk menyembuhkan, serta batas tipis antara perhatian dan kontrol, “Hasut” membawa penonton masuk ke sebuah situasi yang semakin lama semakin sulit dibedakan antara kenyataan, prasangka, dan suara yang sebenarnya hanya ingin dipercaya.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Film ini dibintangi oleh Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova, yang berperan sebagai empat sahabat yang melakukan perjalanan ke sebuah kawasan hutan. Di tempat tersebut, mereka menjalani sesi meditasi yang awalnya dimaksudkan sebagai bagian dari proses penyembuhan. Namun, sesuatu yang seharusnya membawa ketenangan justru perlahan membuka ruang bagi ketakutan dan kecurigaan.

Dalam teaser trailer yang dirilis, keempat karakter tersebut terlihat berada di tengah hutan dan mengikuti sebuah sesi meditasi. Suasana yang awalnya tenang perlahan berubah ketika suara-suara mulai terdengar. Tidak jelas dari mana suara tersebut berasal, siapa yang mengucapkannya, ataupun apakah suara itu benar-benar ada.

Seiring suara-suara tersebut semakin sering muncul, rasa percaya di antara mereka mulai terganggu. Kecurigaan tumbuh secara perlahan dan membuat hubungan keempat sahabat tersebut mulai berubah. Apa yang sebelumnya dianggap sebagai perhatian mulai terasa seperti kontrol, sementara keinginan untuk membantu justru berpotensi menjadi sesuatu yang lebih berbahaya.

Dalam situasi tersebut, batas antara kenyataan dan prasangka perlahan menghilang. Tidak ada lagi kepastian mengenai siapa yang benar, siapa yang berbohong, dan apakah suara yang mereka dengar benar-benar berasal dari sesuatu di luar diri mereka.

“Hasut” kemudian menghadirkan sebuah pertanyaan yang cukup sederhana namun mengganggu: seberapa jauh seseorang bisa mempercayai sebuah suara ketika suara tersebut mengatakan sesuatu yang memang ingin ia percaya?

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu fondasi utama cerita film ini.

Ketegangan semakin terasa melalui official teaser poster yang memperlihatkan Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova dalam kondisi terkulai, sementara hanya Karina Salim yang terlihat masih sadar. Komposisi tersebut langsung memunculkan berbagai pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam hutan.

Mengapa ketiga orang tersebut terkulai? Apa yang membuat Karina menjadi satu-satunya yang masih terjaga? Apakah ia berhasil melawan sesuatu yang terjadi di sana, atau justru dirinya memiliki hubungan tertentu dengan kejadian tersebut?

Jawabannya menjadi bagian dari misteri yang sengaja disimpan oleh film hingga penayangannya nanti.

Berbeda dari film horor yang mengandalkan kemunculan sosok supranatural secara langsung, “Hasut” justru membangun ketakutan melalui sesuatu yang jauh lebih sederhana: suara. Suara yang tidak terlihat sumbernya, tetapi mampu memengaruhi cara seseorang melihat orang lain dan mengambil keputusan.

Pendekatan tersebut membuat ketakutan dalam “Hasut” tidak hanya datang dari lingkungan hutan yang asing dan sunyi, tetapi juga dari pikiran para karakternya sendiri. Ketika seseorang mulai meragukan orang terdekatnya, situasi yang sebelumnya aman dapat berubah menjadi ancaman tanpa membutuhkan kehadiran makhluk gaib secara eksplisit.

Penulis sekaligus sutradara Ilya Sigma mengatakan bahwa “Hasut” memiliki kedekatan personal dengan dirinya karena film ini berbicara mengenai luka, rasa percaya, serta keinginan untuk menyembuhkan orang yang disayangi.

“Film Hasut terasa personal bagi saya karena berbicara tentang luka, rasa percaya, dan keinginan untuk menyembuhkan orang yang kita sayangi. Film ini mempertanyakan kapan perhatian berubah menjadi kontrol, dan mengapa kita mudah mempercayai sebuah suara ketika suara itu mengatakan sesuatu yang memang ingin kita percaya,” ujar Ilya Sigma.

Ilya juga mengungkapkan bahwa sebagian besar proses produksi “Hasut” dilakukan di luar ruangan, khususnya di kawasan hutan. Menariknya, proses tersebut justru berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti.

“Hampir seluruh proses syuting film Hasut berada di outdoor, di tengah hutan. Kami menjelajahi beberapa hutan tanpa kendala berarti. Syutingnya berjalan lancar, dan semua sehat, karena alam ikut menjaga kami,” lanjut Ilya.

Sementara itu, bagi Karina Salim, pendekatan horor yang digunakan “Hasut” menjadi salah satu hal menarik dari film tersebut. Menurutnya, film ini mampu membangun rasa takut tanpa harus selalu memperlihatkan sosok hantu secara langsung.

“Yang menarik dari Hasut adalah bagaimana film ini membangun rasa takut tanpa menghadirkan hantu. Suara dari HT saja sudah bikin seram. Apalagi cerita tentang healing di hutan ini dekat dengan dunia wellness yang juga saya kenal,” ujar Karina Salim.

Pernyataan tersebut semakin mempertegas bahwa “Hasut” mencoba menawarkan bentuk ketakutan yang lebih psikologis. Alih-alih hanya mengandalkan jumpscare atau penampakan, film ini mengeksplorasi bagaimana suara, sugesti, rasa tidak percaya, dan kondisi emosional dapat memengaruhi seseorang hingga sulit membedakan apa yang benar-benar terjadi dan apa yang hanya muncul dari pikirannya sendiri.

Kehadiran empat pemeran utama juga menjadi salah satu daya tarik film ini. Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova harus membangun dinamika sebagai empat sahabat yang awalnya datang dengan tujuan untuk mendapatkan ketenangan dan penyembuhan, tetapi justru berhadapan dengan situasi yang menguji hubungan mereka satu sama lain.

Ketika rasa percaya mulai runtuh, siapa yang harus dipercaya?

Ketika suara-suara mulai terdengar, apakah semuanya benar-benar berasal dari luar?

Dan ketika seseorang mengatakan sesuatu yang sebenarnya ingin kita dengar, apakah kita masih mampu mempertanyakan kebenarannya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian dari misteri yang dibawa “Hasut” menuju layar lebar.

Diproduksi oleh Tuta Films, film “Hasut” diproduseri oleh Putrama Tuta dan Siera Tamihardja. Film ini menjadi debut penyutradaraan Ilya Sigma sekaligus menjadi karya yang mempertemukan elemen horor dan misteri dengan isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: keinginan untuk membantu orang lain, kebutuhan untuk disembuhkan, serta batas yang terkadang sulit dikenali antara kepedulian dan kontrol.

Setelah official teaser trailer dan poster diperkenalkan kepada publik, rasa penasaran terhadap apa yang sebenarnya terjadi di dalam hutan pun semakin besar. Terlebih lagi, visual yang memperlihatkan tiga karakter dalam kondisi tidak berdaya dan hanya menyisakan satu orang yang masih sadar memberikan petunjuk bahwa perjalanan mereka tidak akan berakhir seperti yang direncanakan.

“Hasut” akan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

Satu hal yang mungkin perlu diingat sebelum memasuki hutannya: tidak semua suara harus dipercaya. Tetapi suara yang paling berbahaya mungkin justru adalah suara yang mengatakan apa yang ingin kita dengar.

error: Content is protected !!