Film terbaru persembahan Wahana Kreator Nusantara, “Seni Merayu Tuhan”, mendapat dukungan dari sejumlah tokoh lintas agama. Diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar dengan judul yang sama, film ini tidak hanya membawa cerita tentang pencarian spiritual seorang pemuda yang sedang kehilangan arah, tetapi juga menghadirkan pesan mengenai keberagaman, toleransi, dan cara manusia memahami hubungan dengan Tuhan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dukungan tersebut terlihat dalam acara nonton bersama yang digelar di XXI Kemang, Jakarta Selatan, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Sejumlah tokoh lintas agama hadir untuk menyaksikan film sekaligus memberikan pandangan terhadap gagasan yang dibawa “Seni Merayu Tuhan”.
Film ini berangkat dari perjalanan seorang pemuda yang berada dalam fase pencarian makna hidup. Alih-alih memberikan jawaban yang seragam mengenai spiritualitas, “Seni Merayu Tuhan” mencoba melihat pencarian tersebut sebagai perjalanan personal yang dapat dialami siapa saja, terlepas dari latar belakang agama maupun keyakinannya.
Salah satu nilai toleransi yang dihadirkan dalam film terlihat melalui karakter Hikmah dan Sophia, yang diperankan oleh Ari Irham dan Lutesha. Keduanya digambarkan sebagai pasangan beda agama yang menghadapi dilema dalam hubungan mereka.
Kisah tersebut tidak semata-mata berfokus pada perbedaan keyakinan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana dua individu dapat berusaha memahami proses pendewasaan diri masing-masing sekaligus menghormati nilai yang dianut oleh pasangannya.
Menurut Habib Jafar, keberagaman yang hadir dalam film tersebut juga tercermin dari proses produksinya. Ia menilai “Seni Merayu Tuhan” lahir dari kolaborasi orang-orang dengan latar belakang yang beragam.
“Film ini dibuat dan didukung penuh oleh orang-orang yang memang toleran. Kebetulan dari jajaran produser eksekutif kami, 90%-nya nonmuslim. Jadi ini adalah kerja bersama, film yang juga secara latar belakangnya terinspirasi dari kawan-kawan saya yang berbeda agama,” ujar Habib Jafar.
Pencarian Tuhan sebagai Perjalanan Personal
Pesan mengenai pencarian spiritual dalam “Seni Merayu Tuhan” turut mendapat respons positif dari para tokoh lintas agama yang hadir dalam acara tersebut.
Pendeta Tommy Simanjuntak melihat film ini sebagai karya yang berani membicarakan pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai hubungan manusia dengan Tuhan.
“Filmnya bagus banget, aku lihat Habib Jafar begitu jujur dan brilian bisa mengungkapkan elephant in the room. Bahwa mengejar Tuhan itu bukan ilmu pasti, tapi ilmu seni, ada seninya, harus mengikuti perjalanan hingga kita kenal Tuhan yang sebenarnya, yang tidak terselami itu,” ungkap Pendeta Tommy Simanjuntak.
Sementara itu, Bhante Dira memandang film sebagai sebuah karya seni yang dapat menjadi ruang untuk menyentuh nurani sekaligus membuka kemungkinan terhadap berbagai perspektif.
“Dalam film Seni Merayu Tuhan, menjawab banyak pertanyaan. Mungkin orang mempunyai satu jawaban tapi oleh film ini disiapkan 10 jawaban,” ujar Bhante Dira.
Kehadiran tokoh lintas agama dalam acara tersebut tidak hanya berasal dari kalangan Islam dan Katolik. Tokoh dari berbagai latar belakang keagamaan, termasuk Buddha dan Konghucu, turut hadir untuk menyaksikan film tersebut.
Dalam acara nonton bersama itu hadir jajaran produser dan produser eksekutif, di antaranya Sigit Pratama, Gina S. Noer, Salman Aristo, dan Orchida Ramadhania, serta sejumlah pemeran seperti Rieke Diah Pitaloka.
Turut hadir pula tokoh lintas agama Kris Tan, Habib Jafar, Bhante Dhira, Pdt. Tommy Simanjuntak, Romo Aan, dan Bli Mitha.
Bagi Habib Jafar, para tokoh tersebut merupakan sosok yang memberikan inspirasi dalam upaya merawat toleransi di tengah masyarakat Indonesia.
“Mereka adalah inspirasi saya. Kawan-kawan yang merawat toleransi beragama di Indonesia selama beberapa tahun ke belakang,” tambah Habib Jafar.
Dibintangi Aktor dari Beragam Latar
“Seni Merayu Tuhan” menghadirkan jajaran pemeran yang terdiri dari sejumlah nama populer di industri perfilman Indonesia. Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy menjadi bagian dari film yang menggabungkan tema spiritualitas, pencarian jati diri, hubungan antarmanusia, serta keberagaman.
Film ini diproduseri oleh Salman Aristo dan Sigit Pratama, dengan Gina S. Noer dan Orchida Ramadhania sebagai produser eksekutif.
“Seni Merayu Tuhan” diproduksi oleh Wahana Kreator dengan menggandeng PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, Virtuelines Entertainment, dan Suraya Filem.
Dengan mengangkat pencarian spiritual melalui perspektif yang lebih luas, “Seni Merayu Tuhan” berusaha menghadirkan cerita yang tidak hanya berbicara tentang hubungan seseorang dengan Tuhan, tetapi juga tentang bagaimana manusia memahami dirinya sendiri dan belajar menghargai perbedaan di sekitarnya.
Pada akhirnya, perjalanan spiritual setiap orang dapat memiliki bentuk dan pertanyaan yang berbeda. Film ini mengajak penonton untuk melihat bahwa pencarian tersebut bukan selalu tentang menemukan satu jawaban mutlak, melainkan tentang keberanian untuk terus bertanya, memahami, dan menjalani proses.
“Seni Merayu Tuhan” tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.















