Dari Dunia Digital ke Layar Lebar: Reza Arap Debut Sebagai Sutradara Lewat Harusnya Horror, Boyong Geng Marapthon Ramaikan Perfilman Indonesia

Perjalanan kreator digital Indonesia menuju industri perfilman kembali memasuki babak baru. Setelah sukses membangun komunitas besar di dunia digital, Reza Oktovian atau yang lebih dikenal sebagai Reza Arap kini resmi menjalani debut sebagai sutradara melalui film komedi-horor berjudul Harusnya Horror. Diproduksi oleh Ess Jay Pictures, film ini menjadi proyek layar lebar pertama yang juga menghadirkan sembilan anggota Geng Marapthon sebagai pemeran utama dan dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kehadiran Harusnya Horror bukan hanya menjadi langkah baru dalam perjalanan karier Reza Arap, tetapi juga mencerminkan perubahan lanskap industri hiburan Indonesia. Di tengah berkembangnya ekosistem kreator digital dan meningkatnya minat masyarakat terhadap film lokal, para konten kreator kini tidak lagi terbatas pada platform digital, melainkan mulai merambah industri perfilman dengan karya-karya yang menawarkan sudut pandang baru.

Fenomena ini semakin relevan mengingat industri perfilman Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Dengan jumlah penonton bioskop yang mencapai puluhan juta dalam beberapa tahun terakhir dan dominasi film lokal yang semakin kuat, layar lebar kini menjadi ruang baru bagi para kreator digital untuk memperluas kreativitas mereka sekaligus menjangkau audiens yang lebih luas.

Dalam Harusnya Horror, Reza Arap tidak hanya berada di balik kamera sebagai sutradara, tetapi juga tampil sebagai pemeran utama. Ia memerankan karakter Mas, sosok hantu penggemar anime yang terjebak dalam situasi tak biasa ketika harus bekerja sama dengan sekelompok konten kreator yang sedang mengalami krisis ide sekaligus kesulitan finansial. Pertemuan karakter-karakter unik tersebut melahirkan berbagai kejadian absurd yang memadukan unsur horor dengan komedi khas anak muda, menjadikan film ini menawarkan pengalaman menonton yang berbeda dari film horor pada umumnya.

Bagi Reza Arap, proyek ini memiliki makna yang sangat personal. Selain menjadi debut penyutradaraannya, ia juga merasa bangga dapat membawa seluruh anggota Marapthon memasuki dunia seni peran secara profesional.

“Saat Ess Jay Pictures menawarkan peluang kolaborasi dan kebebasan berkreasi, itu benar-benar gue manfaatkan, gak gue sia-siakan sedikit pun,” ujar Reza Arap.

Reza juga mengungkapkan bahwa proses produksi film ini bukanlah perjalanan yang mudah. Hampir seluruh anggota Marapthon menjalani pengalaman pertama mereka sebagai aktor, sehingga dibutuhkan proses belajar yang panjang sebelum akhirnya berdiri di depan kamera.

“Proyek ini menantang, bukan hanya bagi gue tapi juga anak-anak Marapthon. Kami push our limit supaya bisa memberikan sajian terbaik,” tambahnya.

Untuk memastikan kualitas akting para pemain, Ess Jay Pictures menghadirkan program pelatihan intensif berupa kelas akting dan pendampingan langsung dari acting coach profesional sejak tahap pra-produksi. Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen rumah produksi dalam mempersiapkan para kreator digital agar mampu memberikan penampilan terbaik di layar lebar.

Produser Harusnya Horror, Jimmy Lalwani, mengatakan bahwa keputusan menggandeng Reza Arap beserta Geng Marapthon merupakan bagian dari upaya menghadirkan warna baru bagi perfilman Indonesia.

“Kami melihat potensi besar dari Marapthon dan memberanikan diri mencoba sesuatu yang berbeda. Memang mereka belum pernah berakting sebelumnya, tetapi semuanya dijawab melalui proses persiapan yang sangat matang. Harapan kami, film ini bisa menghadirkan sesuatu yang segar bagi perfilman Indonesia,” ungkap Jimmy.

Film ini dibintangi oleh Reza Arap bersama sembilan anggota Geng Marapthon, yakni Tierison (Jot), Garry Ang, Yukatheo, Aldy Renaldy (Aloy), Bravyson, Niko Junius, Ariyanto (Ibot), dan Teguh Prakoso (Tepe). Mereka akan beradu akting dengan Ronny P. Tjandra, Malka Rafasya, serta menghadirkan penampilan spesial dari Yoshua Marcellos (Celloz).

Selain menghadirkan wajah-wajah baru, Harusnya Horror juga menjadi karya terakhir yang menampilkan mendiang Lula Lahfah. Seluruh jajaran pemain dan kru mengenang dedikasi serta semangat beliau selama proses produksi dengan penuh rasa hormat. Kehadirannya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan film ini.

Diproduseri oleh David Suwarto, Sridhar Jetty, dan Jimmy Lalwani, Harusnya Horror diharapkan mampu menghadirkan warna baru dalam genre komedi-horor Indonesia melalui perpaduan budaya internet, komedi khas para kreator digital, serta elemen horor yang menghibur. Film ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara industri digital dan perfilman dapat melahirkan karya yang relevan dengan generasi masa kini.

Jangan lewatkan keseruan Harusnya Horror yang akan mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026. Ikuti informasi terbaru serta berbagai konten eksklusif film ini melalui akun Instagram resmi @harusnyathemovie.

error: Content is protected !!