Digeprek Kehidupan, Empat Sahabat Nekat Jadi Copet di Festival Musik! Trailer Baru Operasi Pesta Copet Tampilkan Drama Persahabatan dan Realita Sosial

Rumah produksi Imajinari resmi merilis official trailer terbaru film Operasi Pesta Copet, film debut sutradara Edy Khemod yang dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Menggabungkan unsur drama, komedi, dan kritik sosial, film ini mengangkat sisi lain dari fenomena pencopetan yang kerap terjadi di festival musik, bukan sekadar sebagai aksi kriminal, tetapi sebagai potret ketimpangan sosial yang memaksa sebagian orang mengambil jalan yang salah demi bertahan hidup.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Trailer terbaru memperlihatkan kisah empat anak muda—Ijal, Adut, Tia, dan Melodi—yang hidup di kawasan pinggiran kota dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas. Sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak, sementara biaya hidup terus meningkat, membuat mereka berada di persimpangan hidup yang berat. Dalam kondisi terdesak, mereka akhirnya menyusun rencana nekat untuk melakukan aksi pencopetan di festival musik terbesar di Indonesia, Pestapora.

Namun, Operasi Pesta Copet bukan sekadar film tentang aksi kriminal. Di balik rencana pencopetan tersebut, tersimpan kisah persahabatan empat anak muda yang saling menguatkan ketika hidup tak lagi berpihak kepada mereka. Film ini mengajak penonton melihat sisi manusiawi dari orang-orang yang sering kali hanya dipandang dari kesalahan yang mereka lakukan, tanpa pernah memahami alasan yang membawa mereka ke titik tersebut.

Official trailer juga menampilkan suasana festival musik yang ramai dengan tensi cerita yang terus meningkat. Penonton diajak mengikuti perjalanan para karakter yang harus menghadapi dilema antara bertahan hidup dan mempertahankan nilai-nilai yang masih mereka pegang. Di saat yang sama, trailer ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap aksi pencopetan yang masih sering terjadi di berbagai konser dan festival musik.

Film ini dibintangi deretan nama muda berbakat seperti Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, serta menjadi debut layar lebar bagi vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis. Operasi Pesta Copet disutradarai oleh Edy Khemod dan diproduseri oleh Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, serta Iqbaal Ramadhan.

Menariknya, film ini sebelumnya dikembangkan dengan judul proyek Operasi Pesta Pora. Seiring berkembangnya cerita, judul tersebut kemudian diubah menjadi Operasi Pesta Copet karena dinilai lebih mampu merepresentasikan inti cerita yang ingin disampaikan.

“Judul Operasi Pesta Copet dipilih karena mengacu kembali pada esensi ide awal film ini, yakni copet sebagai fenomena gunung es ketimpangan sosial. Kami merasa judul ini lebih lugas mewakili apa yang ingin kami sampaikan,” ujar produser Ernest Prakasa.

Bagi sang sutradara, Edy Khemod, film ini juga menjadi kesempatan untuk melihat dunia musik Indonesia dari sudut pandang yang berbeda. Selama ini festival musik identik dengan euforia dan hiburan, namun di balik keramaian tersebut terdapat realitas sosial yang jarang disorot.

“Buat gue menariknya di film ini gue bisa membahas skena musik Indonesia tapi tidak dari kacamata yang konvensional. Melihat dunia musik Indonesia dari kacamata sosiologisnya. Selain itu, film ini juga menggabungkan dua industri yang gue geluti sejak dua dekade lalu, musik dan film, menjadi tawaran yang fresh untuk perfilman Indonesia,” kata Edy Khemod.

Bersamaan dengan perilisan trailer, Operasi Pesta Copet juga memperkenalkan lagu tema berjudul “Kita Melawan Dunia” yang dibawakan oleh BAALE, moniker musik milik Iqbaal Ramadhan. Lagu tersebut menjadi representasi emosional hubungan empat sahabat yang terus saling mendukung di tengah tekanan hidup dan berbagai keterbatasan yang mereka hadapi.

Iqbaal, yang memerankan karakter Ijal sekaligus terlibat sebagai produser dan pengisi soundtrack film, menegaskan bahwa film ini tidak bertujuan membenarkan tindakan kriminal, melainkan mengajak penonton memahami kondisi yang melatarbelakanginya.

“Karakter-karakter di film Operasi Pesta Copet itu sebenarnya bukan orang jahat. Mereka hanya anak-anak muda yang terpaksa nekat karena tuntutan ekonomi. Kalau diteliti lagi, siapa sih yang mau jadi copet? Gak ada. Mereka pun begitu, tapi ternyata di realitanya gak semua orang cukup beruntung untuk punya pilihan,” ujar Iqbaal Ramadhan.

Lewat pendekatan tersebut, Operasi Pesta Copet ingin memperlihatkan bahwa kejahatan tidak selalu lahir dari niat jahat, tetapi sering kali muncul dari himpitan keadaan dan minimnya kesempatan. Film ini tidak mengglorifikasi aksi pencopetan, melainkan menghadirkan potret kehidupan masyarakat yang terpinggirkan dengan sudut pandang yang lebih manusiawi.

Proses produksinya pun menjadi salah satu yang paling unik di perfilman Indonesia. Pengambilan gambar dilakukan di tengah penyelenggaraan festival musik Pestapora, menjadikan Operasi Pesta Copet sebagai salah satu film drama komedi Indonesia pertama yang memanfaatkan festival musik berskala besar sebagai bagian integral dari proses produksi dan pembangunan dunia ceritanya.

Melalui Operasi Pesta Copet, Imajinari kembali menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan karya-karya yang berani mengeksplorasi tema-tema baru sekaligus mendorong perfilman Indonesia keluar dari pakem yang sudah ada. Dengan memadukan drama, komedi, kritik sosial, dan dunia musik dalam satu cerita, film ini menjadi salah satu rilisan Indonesia yang paling dinantikan pada paruh kedua tahun 2026.

Operasi Pesta Copet dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

error: Content is protected !!