Imajinari Rilis Official Trailer “Operasi Pesta Copet”, Film Produksi Paling Ambisius dengan Syuting di Tengah Festival Musik Nyata

Setelah mencuri perhatian lewat perilisan official poster yang menuai banyak pujian berkat transformasi para pemainnya, rumah produksi Imajinari akhirnya merilis official trailer film Operasi Pesta Copet, film panjang perdana garapan sutradara Edy Khemod. Trailer tersebut memperlihatkan aksi menegangkan sekaligus menghibur dari sekelompok copet amatir yang menjalankan misinya di tengah lautan penonton festival musik terbesar di Indonesia, Pestapora.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Mengusung konsep yang belum pernah diangkat sebelumnya dalam perfilman Indonesia, Operasi Pesta Copet mengikuti kisah empat anak muda—Ijal (Iqbaal Ramadhan), Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba)—yang menyusup ke dalam skena musik bukan untuk menikmati konser, melainkan menjalankan operasi pencopetan secara terorganisir. Dengan menyamar sebagai penonton festival, mereka mempelajari kebiasaan para pengunjung demi melancarkan aksi menggasak telepon genggam sebanyak mungkin tanpa meninggalkan jejak.

Official trailer menampilkan ketegangan saat para anggota komplotan bekerja sama memindahkan hasil curian dari satu tangan ke tangan lainnya di tengah kerumunan ribuan orang. Setiap adegan dikemas dengan ritme yang cepat, penuh adrenalin, sekaligus dibalut dinamika persahabatan yang membuat cerita terasa lebih manusiawi. Di balik aksi kriminal yang menjadi premis utama, film ini juga menghadirkan potret tentang tekanan ekonomi, pilihan hidup, dan dilema moral yang dihadapi banyak orang ketika keadaan memaksa mereka mengambil jalan yang salah.

Diproduksi oleh Imajinari bekerja sama dengan Angin Segar dan Boss Creator, film ini diproduseri oleh Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, serta Iqbaal Ramadhan. Tidak hanya menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod dalam film panjang, Operasi Pesta Copet juga disebut sebagai proyek paling ambisius yang pernah diproduksi Imajinari. Dengan mengambil lokasi syuting di festival musik Pestapora yang dihadiri puluhan ribu penonton sungguhan, film ini sekaligus menjadi produksi dengan skala dan anggaran terbesar sepanjang perjalanan rumah produksi tersebut.

Menurut produser Ernest Prakasa, Operasi Pesta Copet tidak dibuat untuk mengglorifikasi aksi pencopetan sebagai tindak kriminal. Sebaliknya, film ini berupaya mengajak penonton melihat sisi manusia di balik para pelaku, memahami latar belakang mereka, sekaligus mempertanyakan bagaimana kondisi sosial dan ekonomi dapat mendorong seseorang mengambil keputusan yang ekstrem.

“Ini adalah produksi film Imajinari ternekat. Syuting dengan skala besar, di dalam festival musik dengan ribuan penonton setiap harinya, tentunya membutuhkan kesiapan yang matang. Makanya ide yang sudah ada dari 2023 itu baru bisa kami eksekusi saat Pestapora 2025, karena benar-benar butuh persiapan yang sangat matang,” ujar Ernest Prakasa.

Bagi Edy Khemod, pengalaman menyutradarai film ini menghadirkan tantangan yang jauh berbeda dibanding pekerjaannya selama ini sebagai creative director dan show director di berbagai konser musik. Berbeda dengan produksi film pada umumnya yang dapat mengulang adegan berkali-kali, proses syuting di tengah festival musik nyata menuntut seluruh kru untuk bergerak cepat dan memanfaatkan setiap momen yang terjadi secara spontan.

“Kami harus merespons momen yang terjadi saat pengambilan gambar, karena tidak ada momen yang bisa diulang. Kami benar-benar harus capture moment dan no room for error sama sekali, itu yang kami bilang nekat juga,” ungkap Edy Khemod.

Keseriusan produksi juga terlihat dari persiapan para pemain. Demi menghadirkan aksi pencopetan yang realistis tanpa bergantung pada trik penyuntingan, seluruh pemeran utama menjalani pelatihan khusus bersama pesulap profesional Bow Vernon. Workshop tersebut membuat mereka benar-benar mempelajari teknik sleight of hand agar setiap adegan pencopetan terlihat alami di depan kamera.

Iqbaal Ramadhan, yang untuk pertama kalinya juga menjabat sebagai produser film, mengaku pengalaman tersebut menjadi tantangan tersendiri selama proses produksi.

“Karena sejak awal kami tidak mau yang nyopet adalah editing-nya, jadi saya bersama pemeran lainnya memang benar-benar harus bisa nyopet. Kami latihan dan mendapatkan sesi latihan nyopet dari magician, Bow Vernon. Kami memang jadi punya skill untuk bisa nyopet,” ujar Iqbaal Ramadhan.

Dengan memadukan unsur heist, drama persahabatan, komedi, serta realitas sosial dalam latar festival musik terbesar di Indonesia, Operasi Pesta Copet menawarkan pengalaman sinematik yang berbeda dari film-film Indonesia pada umumnya. Keberanian mengambil lokasi syuting di tengah festival yang sesungguhnya menjadikan film ini sebagai salah satu produksi paling unik dan ambisius yang patut dinantikan tahun ini.

Film Operasi Pesta Copet dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Ikuti informasi terbaru mengenai film ini melalui akun Instagram @imajinari.id, dan bersiaplah menyaksikan aksi kawanan copet konser yang penuh strategi, ketegangan, dan kejutan di layar lebar.

error: Content is protected !!